Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu Penyidikan Perambahan Tanamalia Meluas, Gakkum Kehutanan Dalami Keterlibatan Ali Kamri Atasi Antrean BBM, Bupati Kolaka Pantau Distribusi dan Solar Bersubsidi Inflasi Kolaka 4,42 Persen, Bupati Minta Gerakan Pangan Murah Diperluas Ijazah Paket C Buka Peluang Kerja bagi Warga di Pomalaa

Bisnis

Vale Indonesia Perkuat Kapasitas Petani Morowali melalui Pertanian Organik Berkelanjutan

badge-check


 Vale Indonesia Perkuat Kapasitas Petani Morowali melalui Pertanian Organik Berkelanjutan Perbesar

SIBERKITA.ID, BUNGKU — Puluhan petani di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mendapatkan pelatihan pertanian organik untuk meningkatkan kemampuan mengelola lahan secara sehat, produktif, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mendorong kemandirian petani sekaligus memperluas penerapan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Pelatihan Ekologi Tanah dan Pengelolaan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan itu berlangsung pada 16–20 Oktober 2026 di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Morowali. Kegiatan yang diikuti petani dari sejumlah desa di wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia Tbk tersebut mengangkat tema “Organik Jiwa Negeri dan Darah Bangsaku”.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia di bidang peningkatan pendapatan riil. Program dijalankan melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola ekosistem pertanian.

Selama lima hari, peserta mempelajari ekologi tanah, karakteristik fisik, kimia, dan biologi tanah, serta teknik pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dan pengomposan. Materi tersebut dilengkapi praktik budidaya organik dan pengujian kondisi tanah, mulai dari tekstur, daya kapiler, dan aerasi hingga pengenalan biota tanah.

Pemahaman mengenai kondisi tanah menjadi salah satu aspek penting dalam pertanian organik. Dengan mengenali karakteristik lahan, petani diharapkan dapat menentukan metode pengelolaan yang sesuai, menjaga kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan bahan kimia sintetis.

Head of External Regional & Growth Vale Indonesia Endra Kusuma mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas petani.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” kata Endra.

Menurut dia, program pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, termasuk dalam bidang pertanian, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Penguatan kemampuan petani menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Melengkapi Pengetahuan Petani

Manfaat pelatihan dirasakan langsung oleh peserta, salah satunya Hafirudin. Petani yang telah menerapkan metode pertanian organik selama sekitar dua tahun itu mengatakan, pelatihan membantunya memahami sejumlah aspek pengelolaan lahan yang sebelumnya belum dikuasai secara optimal.

“Saya sudah kurang lebih dua tahun menerapkan metode organik dalam pertanian, tetapi belum sempurna. Alhamdulillah melalui pelatihan ini saya dan teman-teman mendapatkan tambahan ilmu. Pemahaman yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih jelas setelah mengikuti pelatihan ini,” ujar Hafirudin.

Ia menilai, pengetahuan mengenai kondisi tanah dan praktik pengelolaan pertanian memberikan bekal bagi petani untuk menentukan langkah budidaya yang lebih tepat. Dengan demikian, penerapan pertanian organik tidak hanya didasarkan pada pengalaman, tetapi juga pada pemahaman terhadap ekosistem lahan.

Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lahan masing-masing dan membagikannya kepada petani lain di desa mereka. Penyebaran pengetahuan tersebut diharapkan memperluas praktik pertanian organik di Morowali.

Melalui program IGP Morowali, Vale Indonesia berupaya mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah pengembangan perusahaan. Penguatan keterampilan petani menjadi salah satu langkah untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Vale Indonesia Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali untuk Perluas Pasar

28 Oktober 2026 - 16:57 WITA

Gakkum Kehutanan Tegaskan Pembukaan Lahan di Kawasan Hutan Wajib Berizin

28 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Empat Ormas Wolo Tolak Tuntutan Pencabutan IUP PT CNI

27 Oktober 2026 - 21:38 WITA

ANTAM dan Polres Kolaka Tanam Cemara Laut, Kurangi Debu di Pomalaa

25 Oktober 2026 - 10:05 WITA

Ormas di Wolo Tolak Pencabutan IUP CNI, Khawatir Ekonomi Rakyat Terdampak

23 Oktober 2026 - 16:36 WITA

Trending di Bisnis