Menu ✖

Mode Gelap
Inflasi Kolaka 4,42 Persen, Bupati Minta Gerakan Pangan Murah Diperluas Ijazah Paket C Buka Peluang Kerja bagi Warga di Pomalaa Sekda Kolaka: Pemerintahan di Era Digital Harus Mengubah Cara Kerja Jejak Nikel di Pomalaa, Tanah Merah yang Tak Pernah Selesai Dibaca Zona Hitam di Tanah Merah: Industri Nikel, Ancaman Narkoba dan Perebutan Masa Depan Generasi Muda Nyamuk Hanya Butuh Genangan, Manusialah yang Menyediakannya

Bisnis

Perluas Akses Pasar, PT Vale Dorong UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa

badge-check


 Perluas Akses Pasar, PT Vale Dorong UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa Perbesar

SIBERKITA.ID, MALILI — Akses pasar masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya. Untuk memperluas pemasaran produk lokal, PT Vale Indonesia Tbk meresmikan Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa disiapkan sebagai salah satu kanal pemasaran bagi produk UMKM dari sejumlah wilayah di sekitar Sorowako. Kehadirannya diharapkan dapat mempertemukan produk pelaku usaha dengan konsumen secara lebih dekat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Saat ini, sebanyak 127 UMKM tercatat menjadi binaan Vale Indonesia. Selain itu, terdapat 49 UMKM potensial yang tengah dibidik untuk menjadi UMKM binaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia Yusri Yunus mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menghasilkan produk.

“Pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kapasitas pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar,” ujar Yusri.

Menurut dia, tanpa dukungan tersebut, produk lokal berpotensi mengalami keterbatasan dalam menjangkau konsumen dan berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, Vale Indonesia berupaya menggabungkan pendampingan UMKM dengan pembukaan akses pasar. Pendekatan tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan mengembangkan usahanya.

“Karena itu, Vale Indonesia mendorong pembinaan UMKM yang berjalan beriringan dengan pembukaan akses pasar. Pendekatan ini diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga masuk dan memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki peluang untuk meningkatkan usahanya,” kata Yusri.

Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Oleh sebab itu, pendampingan dan pembukaan akses pasar melalui Rumah Oleh-Oleh Telaloa diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.

Dari sisi pemerintah kecamatan, keberadaan pusat pemasaran produk lokal juga dinilai membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak lainnya.

Camat Nuha Arief Fadillah Amier mengatakan, pengembangan UMKM memerlukan komunikasi dan sinergi agar berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat dicarikan solusi.

“Perlu kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kita bisa memberikan solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini. Ini merupakan bentuk upaya yang baik untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM,” ujar Arief.

Pemerintah Kecamatan Nuha, lanjut Arief, akan mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

“Kami akan selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan Vale Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat. Semoga pusat oleh-oleh ini bisa terus berkembang, mendukung kemajuan ekonomi lokal,” katanya.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa akan beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 09.00-17.00 Wita. Selain menjadi tempat pemasaran produk, keberadaan rumah oleh-oleh tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pelaku UMKM, koperasi, masyarakat, dan pasar.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pemenuhan legalitas, serta perluasan akses pasar. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya dihasilkan, tetapi juga memiliki saluran pemasaran yang dapat mendukung keberlanjutan usaha.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa menjadi salah satu sarana yang disiapkan untuk membawa produk UMKM dari empat kecamatan tersebut lebih dekat kepada konsumen.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Suara Berbeda dari Balambano, Arpa Jaska: Sebagian Besar Warga Justru Dukung Jalur Pipa Minyak PT Vale

9 Oktober 2026 - 19:23 WITA

Vale Indonesia Dorong Kepatuhan Ketenagakerjaan 44 Perusahaan Mitra di Pomalaa

9 Oktober 2026 - 18:20 WITA

Vale Indonesia: Kepemimpinan Harus Berdampak bagi Masyarakat dan Lingkunga

9 Oktober 2026 - 13:52 WITA

Ijazah Paket C Buka Peluang Kerja bagi Warga di Pomalaa

9 Oktober 2026 - 13:36 WITA

PT Vale Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba di Tengah Mobilitas Warga Oko-oko

1 Oktober 2026 - 21:15 WITA

Trending di Bisnis