Menu ✖

Mode Gelap
Jejak Nikel di Pomalaa, Tanah Merah yang Tak Pernah Selesai Dibaca Zona Hitam di Tanah Merah: Industri Nikel, Ancaman Narkoba dan Perebutan Masa Depan Generasi Muda Nyamuk Hanya Butuh Genangan, Manusialah yang Menyediakannya Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra

Bisnis

IPIP Paparkan Sederet Program CSR, dari Pengendalian Debu hingga Penanganan Sungai Oko-Oko

badge-check


 IPIP Paparkan Sederet Program CSR, dari Pengendalian Debu hingga Penanganan Sungai Oko-Oko Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memaparkan sejumlah program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang telah dan tengah dijalankan di wilayah sekitar kawasan industri, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Supervisor ESG IPIP, Abdul Galib, mengatakan pelaksanaan program CSR merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

“Berdasarkan data presentasi perusahaan, IPIP fokus pada pengendalian lingkungan, pemulihan pasca banjir, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujar Galib saat menghadiri Multi Stakeholder Forum bertema “Refleksi Praktik Industri di Kabupaten Kolaka Melalui Dialog Multi Stakeholder” yang digelar Yayasan Satya Bumi dan Puspaham di Hotel Claro, Selasa (29/9/2026).

Dalam upaya pengendalian debu, IPIP mengoperasikan 17 unit kendaraan penyiram air serta 7 unit kendaraan penyapu dan pembersih jalan. Kendaraan tersebut digunakan secara rutin setiap hari di jalan kawasan maupun area konstruksi guna menjaga efektivitas pengendalian debu.

Selain pengendalian debu, perusahaan juga melakukan pemantauan kualitas udara setiap enam bulan sesuai ketentuan RKL-RPL. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, seluruh parameter yang diukur dinyatakan memenuhi baku mutu yang berlaku.

Supervisor ESG PT IPIP Abdul Galib memaparkan pelaksanaan program CSR perusahaan saat menghadiri Multi Stakeholder Forum bertema “Refleksi Praktik Industri di Kabupaten Kolaka Melalui Dialog Multi Stakeholder” yang digelar Yayasan Satya Bumi dan Puspaham di Hotel Claro, Selasa (29/9/2026) kemarin.

Supervisor ESG PT IPIP Abdul Galib memaparkan pelaksanaan program CSR perusahaan saat menghadiri Multi Stakeholder Forum bertema “Refleksi Praktik Industri di Kabupaten Kolaka Melalui Dialog Multi Stakeholder” yang digelar Yayasan Satya Bumi dan Puspaham di Hotel Claro, Selasa (29/9/2026) kemarin.

Dalam penanganan dampak pasca banjir, IPIP membangun tanggul di empat titik kawasan persawahan Desa Lamedai. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi luapan Sungai Oko-Oko. Perusahaan juga melakukan perbaikan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer serta pembangunan jalan di sekitar kawasan.

Pada Februari 2026, IPIP turut menyalurkan bantuan sembako dan santunan dengan total nilai Rp618,4 juta bagi lahan persawahan terdampak seluas 291,41 hektare.

Dukungan terhadap pemulihan sektor pertanian juga dilakukan melalui pemberian bantuan traktor kepada petani lokal. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kembali produktivitas pertanian masyarakat.

Komitmen IPIP juga diarahkan pada penanganan Sungai Oko-Oko. Perusahaan berinisiatif menanggung 41 persen beban pembiayaan penanganan sungai yang secara keseluruhan semestinya menjadi tanggung jawab delapan perusahaan.

Namun, rencana penanganan tersebut saat ini belum berlanjut karena perusahaan lain belum menyetujui rencana yang diusulkan DPRD Kabupaten Kolaka.

Di sektor lingkungan, IPIP melakukan penanaman 100 pohon endemik di Kebun Raya Kabupaten Kolaka pada Mei 2026. Selain itu, perusahaan turut melaksanakan penanaman mangrove dan kegiatan bersih-bersih pantai sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Dalam bidang sosial dan keagamaan, IPIP juga menyalurkan bantuan hewan kurban berupa sapi kepada delapan desa yang berada di sekitar kawasan industri.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan di tingkat daerah, IPIP menyerahkan donasi berupa peralatan pengelolaan sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kolaka.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya IPIP untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat di sekitar kawasan industri. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Vale Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba di Tengah Mobilitas Warga Oko-oko

1 Oktober 2026 - 21:15 WITA

PT Vale Indonesia Raih Penghargaan ESDM atas Respons Gempa NTT

1 Oktober 2026 - 14:23 WITA

Pomalaa dan Ujian Tata Kelola Industri Nikel

30 September 2026 - 16:19 WITA

Program Pemberdayaan Masyarakat PT Vale Indonesia Raih Satu Platinum dan Dua Gold Awards ICA–ISDA 2026 

30 September 2026 - 12:55 WITA

Jejak Nikel di Pomalaa, Tanah Merah yang Tak Pernah Selesai Dibaca

30 September 2026 - 04:35 WITA

BIJIH YANG BERLAYAR: Dari tanah merah Pomalaa, bijih nikel mulai meninggalkan pesisir Sulawesi menuju Jepang pada akhir 1930-an. Pulau Maniang dan Pulau Lemo menjadi bagian dari awal kisah pertambangan ini, ketika nikel masih diangkut sebagai bijih mentah—tanpa industri pengolahan di tanah asalnya. Sekitar 150 ribu ton bijih tercatat dikapalkan pada 1938–1941, membuka babak panjang perjalanan nikel Pomalaa dari perut bumi menuju dunia. FOTO byChatGPT
Trending di Bisnis