Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu Penyidikan Perambahan Tanamalia Meluas, Gakkum Kehutanan Dalami Keterlibatan Ali Kamri Atasi Antrean BBM, Bupati Kolaka Pantau Distribusi dan Solar Bersubsidi Inflasi Kolaka 4,42 Persen, Bupati Minta Gerakan Pangan Murah Diperluas Ijazah Paket C Buka Peluang Kerja bagi Warga di Pomalaa

Bisnis

Vale Indonesia Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali untuk Perluas Pasar

badge-check


 Vale Indonesia Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali untuk Perluas Pasar Perbesar

SIBERKITA.ID, BUNGKU – PT Vale Indonesia Tbk memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.

Program yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2026 tersebut melibatkan Komunitas UMKM Morowali dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Center Universitas Tadulako. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM yang tergabung dalam program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) dan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) Herbal di wilayah pemberdayaan perusahaan.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Vale Indonesia yang merupakan bagian dari MIND ID, mendorong penguatan kapasitas usaha masyarakat melalui pemenuhan legalitas produk, termasuk sertifikasi halal.

Bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain berkaitan dengan pemenuhan ketentuan yang berlaku, sertifikasi tersebut diharapkan membantu produk lokal memenuhi persyaratan pasar dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma mengatakan, penguatan kapasitas UMKM merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurut Endra, pelaku UMKM membutuhkan dukungan agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya, termasuk dalam memenuhi persyaratan legalitas usaha.

“UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya saing produknya melalui pemenuhan aspek legalitas yang dibutuhkan pasar,” ujar Endra dalam keterangan pers, Rabu (28/10/2026).

Ia menambahkan, sertifikasi halal tidak hanya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pendampingan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah Kecamatan Bungku Timur. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bungku Timur, Zaenab Arsan, yang mewakili camat setempat, menilai fasilitasi sertifikasi halal menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas peluang usaha masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan Vale Indonesia yang terus mendampingi pelaku UMKM melalui berbagai program pengembangan. Inisiatif ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha masyarakat sehingga mampu berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan,” kata Zaenab.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai standar dan persyaratan sertifikasi halal, penelusuran data usaha, serta pendampingan pengajuan sertifikat. Pelaku UMKM juga memperoleh penjelasan mengenai prosedur dan tahapan yang perlu dipenuhi agar produk mereka dapat mengikuti proses sertifikasi.

Tim verifikator turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi produksi untuk memeriksa kesesuaian proses pengolahan produk dengan standar halal yang berlaku. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi sebelum pengajuan sertifikasi dilanjutkan sesuai ketentuan.

Melalui pendampingan ini, Vale Indonesia berharap pelaku UMKM binaan semakin siap memenuhi persyaratan pasar dan mengembangkan usahanya. Ke depan, penguatan legalitas produk diharapkan turut mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas usaha, sehingga produk UMKM tidak hanya mampu bertahan di pasar setempat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang ke pasar yang lebih luas.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gakkum Kehutanan Tegaskan Pembukaan Lahan di Kawasan Hutan Wajib Berizin

28 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Empat Ormas Wolo Tolak Tuntutan Pencabutan IUP PT CNI

27 Oktober 2026 - 21:38 WITA

ANTAM dan Polres Kolaka Tanam Cemara Laut, Kurangi Debu di Pomalaa

25 Oktober 2026 - 10:05 WITA

Vale Indonesia Perkuat Kapasitas Petani Morowali melalui Pertanian Organik Berkelanjutan

24 Oktober 2026 - 14:32 WITA

Ormas di Wolo Tolak Pencabutan IUP CNI, Khawatir Ekonomi Rakyat Terdampak

23 Oktober 2026 - 16:36 WITA

Trending di Bisnis