Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Kampus

Tingkatkan Profesionalisme Guru, TPKM USN Gelar Pemberdayaan Pengajar SMAN 1 Lasolo

badge-check


 Tingkatkan Profesionalisme Guru, TPKM USN Gelar Pemberdayaan Pengajar SMAN 1 Lasolo Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (TPKM) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggagas program pemberdayaan alumni CS50X Harvard University dalam bentuk peer teaching pengembangan bahan instruksional berbasis aplikasi sederhana di SMAN 1 Lasolo, Konawe Utara.

Program pemberdayaan ini bertjuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar sekaligus meminimalisir kesenjangan pengetahuan teknologi di SMA di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Alumni CS50X Harvard University Kamria mengatakan, kegiatan tersebut memberi peluang pengimbasan dari program beasiswa internasional dari  Kemendikbud yang telah diikutinya.

“TPKM memberi ruang bagi SMA Negeri 1 Lasolo melakukan refleksi pembelajaran sebagai mana tuntutan dari Kurikulum Merdeka Belajar,” ujarnya.

Sementara itu,  ketua TPKM USN Kolaka Roslina mengatakan, program ini terdorong oleh rasa kekahwatiran dari fenomena praktik pengembangan bahan instruksional tanpa melalui langkah-langkah ilmiah.

“Pada umumnya bahan instruksional dikembangkan hanya dengan melihat pola atau pun model yang telah ada.  Sehingga, marak ditemukan sejumah bahan instruksional yang secara struktur telah layak tetapi substansi materi, bahasa, dan kelayakan desain sebagai bahan instruksional masih dipertanyakan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) sangat selaras dengan program Merdeka Belajar salah satunya pengimbasan program CS50X Harvard University Kemendikbud, yang dikhususkan untuk membekali guru pengetahuan teknologi pembelajaran dan juga sejalan pemenuhan standar peran pendidik, dalam mewujudkan satuan pendidikan berkualitas dari perspektif instrumen akreidtasi pendidikan dasar dan menegah Tahun 2024.

‘Selain itu, tim pelaksana memperkaya pelatihan melalui ateri pengenalan kebutuhan peserta didik berbasis STIFIn. Hal ini sengaja dilakukan mengingat pentingnya kedudukan pendidikan inklusifitas dan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka.  Sedangkan melalui STIFIn, baik guru ataupun orang tua dapat dengan mudah mengenali potensi minat dan bakat peserta didiknya,” jelasnya.

Peserta mengakui bahwa pelatihan tersebut sangat menjawab kegelisahan mereka dalam menjalankan peran sebagai pendidik yang sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka.

Untuk diketahui, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 September hingga 13 September 2024 di SMA Negeri 1 Lasolo melalui FGD, ceramah, dan praktik lapang.  Pendampingan dari Dr. Kamria diarahkan dalam pengembangan bahan instruksional pada aplikasi Google Site yang terintegrasi dengan akun belajar kurikulum merdeka.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah

4 November 2026 - 22:23 WITA

Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa

4 November 2026 - 18:37 WITA

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

RSUD Wasasi Wasabenggali Beroperasi, Mendekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Pomalaa

2 November 2026 - 23:14 WITA

Trending di Kolaka