Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Bisnis

Produksi yang Lebih Tinggi dan Keberhasilan Awal Operasi Bahodopi, PT Vale Catatkan Pertumbuhan Positif di Triwulan III 

badge-check


 Produksi yang Lebih Tinggi dan Keberhasilan Awal Operasi Bahodopi, PT Vale Catatkan Pertumbuhan Positif di Triwulan III  Perbesar

SIBERKITA.ID, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk, salah satu produsen nikel terkemuka di Indonesia mengumumkan kinerja operasional dan keuangan untuk triwulan ketiga tahun 2025 (“3T25”) serta periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 (“9M25”).

Head of Corporate Communication PT Vale, Vanda Kusumaningrum dalam siaran persnya kepada SIBERKITA. ID, Kamis (30/10/2025) menjelaskan, kemajuan yang solid di seluruh operasi PT Vale selama triwulan ini, didukung oleh peningkatan kinerja produksi dan keberhasilan dimulainya operasi di lokasi Bahodopi.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto mengatakan,  produksi nikel dalam matte mencapai 19.391 metrik ton, meningkat 4% dibandingkan triwulan sebelumnya. Untuk sembilan bulan pertama tahun 2025, total produksi mencapai 54.975 metrik ton, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil yang membaik ini mencerminkan perencanaan pemeliharaan yang proaktif oleh Perseroan di awal tahun, yang memungkinkan proses produksi berjalan lebih lancar dan efisien di paruh kedua tahun ini.

Selain operasi utama nikel matte, PT Vale juga memperkuat portofolio komersialnya dengan penjualan perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Awalnya direncanakan pada triwulan keempat, namun tambang Bahodopi berhasil melakukan pengiriman lebih awal pada Juli 2025.

Selama periode sembilan bulan, total penjualan bijih nikel saprolit mencapai 896.263 metrik ton basah, menegaskan kelincahan operasional PT Vale dan responsivitas terhadap peluang pasar.

“Kami senang dengan kemajuan konsisten yang dicapai pada triwulan ini. Kinerja kami mencerminkan dedikasi tim kami dan ketangguhan operasi kami dalam terus beradaptasi dan memberikan nilai di tengah dinamika pasar. Kami tetap fokus pada keunggulan operasional, keselamatan, dan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan Indonesia.” ujar Bernardus Irmanto,

Kinerja Keuangan

PT Vale mencatat pendapatan sebesar AS$278,6 juta pada 3T25, meningkat 27% dibandingkan triwulan sebelumnya, yang terutama didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dari produk nikel matte dan bijih saprolit. Harga rata-rata realisasi nikel matte tetap stabil di angka AS$12.272 per ton, mencerminkan kondisi pasar yang stabil meskipun terjadi normalisasi harga secara umum dibandingkan tahun lalu.

Direktur dan Chief Financial Officer PT Vale, Rizky Putra mengungkapkan, pada eriode sembilan bulan, total pendapatan mencapai AS$705,4 juta, relatif sejalan dengan AS$708,6 juta yang tercatat pada periode yang sama tahun 2024. Perseroan juga mencatat peningkatan signifikan dalam profitabilitas, dengan EBITDA naik menjadi AS$74,6 juta pada 3T25 dari AS$40,0 juta pada 2T25, dan laba bersih meningkat menjadi AS$27,2 juta dari AS$3,5 juta pada triwulan sebelumnya.

“Hasil keuangan kami pada triwulan ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang didorong oleh produksi yang lebih tinggi, peningkatan nilai jual nikel, dan pengendaliancbiaya yang disiplin, Kami juga mulai melihat kontribusi dari penjualan bijih saprolit Bahodopi, yang memperkuat kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi, ” ujar Rizky Putra.

Efisiensi Operasional dan Pengelolaan Biaya

Selama triwulan ini, PT Vale mencatat peningkatan moderat dalam konsumsi energi seiring dengan meningkatnya aktivitas produksi. Di saat yang sama, harga bahan bakar yang lebih rendah dan optimalisasi pengadaan yang berkelanjutan mendukung efisiensi biaya lebih lanjut. Biaya kas per unit penjualan nikel matte turun menjadi AS$9.304 per ton, dibandingkan AS$9.384 per ton pada triwulan sebelumnya.

Efisiensi ini, dikombinasikan dengan operasi yang stabil, menegaskan komitmen PT Vale untuk menjaga daya saing dan mengelola biaya secara bijak dalam lingkungan pasar yang terus berkembang.

Investasi Modal dan Posisi Keuangan

Per 30 September 2025, kas dan setara kas PT Vale tercatat sebesar AS$496,3 juta, dibandingkan AS$506,7 juta pada akhir Juni. Belanja modal selama periode sembilan bulan mencapai AS$331,4 juta, lebih tinggi dibandingkan AS$200,9 juta pada tahun sebelumnya, mencerminkan percepatan kemajuan proyek Bahodopi dan Pomalaa. PT Vale terus berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang, dengan berpedoman pada prinsip pertambangan yang bertanggung jawab dan keunggulan operasional.

Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Pertumbuhan Bersama

Sebagai tonggak penting dalam upaya keberlanjutan pada Oktober 2025, PT Vale memperkuat kepemimpinannya di bidang keberlanjutan melalui tiga penghargaan bergengsi. Perseroan meraih Lestari Awards 2025 atas inisiatif keanekaragaman hayati unggulannya, Kehati Lutim Bersinergi, yang diakui dalam kategori Ekosistem Berkelanjutan atas kontribusi jangka panjangnya terhadap konservasi dan pemulihan lingkungan di Luwu Timur.

Kemudian , PT Vale meraih Gold Star Award (Big Cap – Public Company) dalam ajang Investortrust ESG Awards 2025, sebagai pengakuan atas transparansi dan keunggulan dalam pengungkapan kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance).

Selain itu, perusahaan ini juga memenangkan Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terbaik melalui program unggulannya Matano Iniaku—sebuah model nasional yang diakui dalam rehabilitasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan transformasi masyarakat yang inklusif.

Selain menerima beberapa penghargaan, PT Vale mencatat tonggak penting dalam upaya keberlanjutannya, dengan mendapatkan peringkat risiko ESG terbaru sebesar 27,5 dari Sustainalytics. Peringkat ini menempatkan Perseroan dalam kategori Risiko ESG Sedang dan mencerminkan kemajuan yang signifikan dari klasifikasi sebelumnya. Secara keseluruhan, pencapaian ini menegaskan komitmen jangka panjang PT Vale terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab, inklusi sosial, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

PT Vale tetap teguh pada tujuan utamanya — “Kami hadir untuk meningkatkan kehidupan dan mengubah masa depan. Bersama.” Perseroan terus menjadikan keberlanjutan, keselamatan, dan kemitraan dengan masyarakat sebagai bagian tak terpisahkan dari trategi pertumbuhannya, memastikan bahwa kemajuan hari ini mendukung generasi masa depan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy: Memuliakan Sungai Berarti Memuliakan Negara

20 Juni 2026 - 18:43 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

20 Juni 2026 - 18:33 WITA

Dulu Mengira Rumit, Kini Pensiunan PNS Mantap Urus Sertipikat Tanah Sendiri

20 Juni 2026 - 18:28 WITA

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

18 Juni 2026 - 13:53 WITA

Trending di Nasional