SIBERKITA. ID, KOLAKA — Penegakan hukum terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor tidak berhenti pada penangkapan pelaku. Bagi para korban, keadilan baru benar-benar dirasakan ketika barang yang hilang dapat kembali ke tangannya. Perspektif itulah yang kini menjadi penekanan jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, termasuk Polres Kolaka, melalui upaya pengembalian kendaraan hasil tindak pidana kepada pemiliknya yang sah.
Sebanyak 10 kendaraan yang berhasil diidentifikasi pemilik sahnya dikembalikan kepada para korban setelah melalui serangkaian pemeriksaan administrasi dan verifikasi kepemilikan. Pengembalian tersebut merupakan bagian dari keberhasilan Operasi Pekat Anoa 2026 yang dilaksanakan Polres Kolaka dan jajaran.
Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tidak semata-mata diukur dari jumlah pelaku yang berhasil diamankan, tetapi juga sejauh mana aparat mampu memulihkan hak-hak masyarakat yang menjadi korban kejahatan.
Konferensi pers yang digelar secara virtual bersama seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, SH., S.I.K., MH menegaskan bahwa orientasi penanganan kasus pencurian kendaraan bermotor harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan pengungkapan kasus curanmor tidak hanya bertujuan menangkap pelaku, tetapi juga mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban tindak pidana. Kendaraan yang berhasil ditemukan dan telah teridentifikasi pemilik sahnya dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” kata Himawan.

Dalam Operasi Pekat Anoa 2026, Polres Kolaka berhasil mengamankan 20 unit sepeda motor dan satu unit mobil yang diduga merupakan hasil tindak pidana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 unit kendaraan telah berhasil diidentifikasi pemiliknya melalui pemeriksaan nomor rangka dan nomor mesin, pencocokan data registrasi kendaraan bermotor, serta verifikasi dokumen kepemilikan.
Pengembalian kendaraan secara simbolis dilakukan oleh Waka Polres Kolaka, Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H kepada para pemilik yang hadir. Bagi sebagian korban, momen tersebut menjadi akhir dari penantian panjang setelah kendaraan yang selama ini menjadi sarana utama untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan keluarga hilang akibat aksi pencurian.
Suasana haru mewarnai penyerahan kendaraan. Tidak sedikit korban yang mengaku sempat kehilangan harapan untuk dapat melihat kembali kendaraan mereka. Namun, keberhasilan aparat menemukan barang bukti dan memastikan status kepemilikannya menghadirkan kembali rasa syukur sekaligus kepercayaan terhadap proses hukum.
Penegakan Hukum Berorientasi Korban
Praktik pengembalian barang bukti kepada pemilik sah selama proses hukum berlangsung menunjukkan adanya pendekatan penegakan hukum yang semakin berorientasi pada kepentingan korban. Melalui mekanisme pinjam pakai, masyarakat yang kendaraannya telah teridentifikasi dapat kembali memanfaatkan aset tersebut sambil menunggu proses peradilan selesai.
Sebelum kendaraan diserahkan, penyidik melakukan verifikasi terhadap berbagai dokumen, mulai dari surat tanda nomor kendaraan (STNK), buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), hingga dokumen pendukung lainnya untuk memastikan keabsahan kepemilikan.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat kendaraan bermotor bagi sebagian besar masyarakat bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga penopang aktivitas ekonomi dan sumber penghidupan sehari-hari.
Kapolres Kolaka AKBP Yudha W. Nugraha, S.I.K., M.H., CPM, menegaskan bahwa institusi kepolisian memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan rasa aman sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terlindungi.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kami akan terus berupaya mengungkap berbagai tindak pidana dan mengembalikan hak-hak masyarakat yang menjadi korban kejahatan,” ujarnya.
Menurut Kapolres, pengungkapan kasus dan pengembalian kendaraan kepada pemilik sah diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Di sisi lain, partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menekan angka kejahatan jalanan.
Selain mengintensifkan pemberantasan kejahatan, Polres Kolaka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan. Penggunaan sistem pengamanan tambahan, seperti kunci ganda pada setang maupun gembok cakram, dinilai dapat memperkecil peluang terjadinya pencurian.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengalami kehilangan kendaraan sehingga aparat dapat melakukan langkah-langkah penyelidikan secara cepat.
Pengembalian kendaraan hasil tindak pidana di Kolaka memperlihatkan bahwa kehadiran negara melalui aparat penegak hukum tidak hanya diwujudkan dalam tindakan represif terhadap pelaku kejahatan. Lebih dari itu, keadilan juga tercermin dari kemampuan negara memulihkan hak warga yang menjadi korban.
Dengan demikian, penegakan hukum tidak hanya menghasilkan vonis bagi pelaku, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat(*)































