Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Berita Terkini

Monumen Gelora Perjuangan Kolaka di Sabilambo Makin Tidak Terawat

badge-check


 Monumen Gelora Perjuangan Kolaka di Sabilambo Makin Tidak Terawat Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA— Monumen “Gelora Perjuangan” rakyat Kolaka yang terletak di simpang tiga kelurahan Sabilambo, kecamatan Kolaka ini tidak terawat lagi.

Sejak direnovasi pada periode kedua kepemimpinan Bupati Kolaka, Buhari Matta sekira tahun 2008 silam, hingga kini monumen tersebut hampir tidak pernah tersentuh pemeliharaan atau dibersihkan.

Saat ini, sebagian puncak monumen Gelora Perjuangan telah ditumbuhi belukar. Demikian pula sebagian dinding mulai di”hiasi” tumbuhan liar yang muncul di sela (nat) ubin.

Sementara relief yang menggambarkan situasi pertempuran, juga sudah sangat kotor “terbungkus” debu dan kotoran lainnya.

Kondisi memprihatinkan  terlihat pula pada pagar pembatas yang tidak lagi terawat, serta bekas tempelan striker atau pamflet yang makin memperburuk penampakan bangunan tersebut.

Kotor dan tidak terawat

Kondisi berbeda justru terlihat pada beberapa fasilitas/sarana lain dalam kota Kolaka yang selalu di”rias” dan ditata serapih mungkin menjelang HUT proklamasi atau hari besar lainnya.

Untuk diketahui, monumen perjuangan yang letaknya persis di depan terminal Larumbalangi dan SPBU Sabilambo merupakan penggambaran kisah heroik perjuangan rakyat Kolaka mempertahankan kemerdekaan.

Monumen tersebut awalnya dibangun pada masa kepemimpinan bupati Kolaka kedua, Letkol Lappase pada tahun 1970-an.

Di simpang tiga Sabilambo inilah beberapa pertempuran antara pejuang Kolaka melawan tentara sekutu terjadi, yang mencapai puncaknya pada 19 November 1945, saat pasukan pimpinan Andi Kasim menghadang konvoi tentara sekutu/Australia yang membawa tawanan tentara Jepang dari Pomalaa.(eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.

DP3A Kolaka Ajak Warga Pelambua Cegah Kekerasan Anak, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan

9 Juni 2026 - 12:01 WITA

Husmaluddin Pimpin KONI Kolaka, Bidik Kebangkitan Olahraga Daerah

7 Mei 2026 - 13:42 WITA

Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan

3 Mei 2026 - 21:43 WITA

Trending di Headline