Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Feature

Mencapai Puncak Akademik: Jejak Nur Ihsan Sebagai Guru Besar Pertama yang Lahir dari Rahim USN Kolaka

badge-check


 Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. Nur Ihsan HL Perbesar

Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. Nur Ihsan HL

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Jalan panjang itu akhirnya bermuara di satu titik bersejarah. Di hadapan sidang terbuka senat Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kamis (2/4/2026), Prof. Dr. Nur Ihsan HL dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Bahasa. Bukan sekadar capaian personal, momen ini menjadi simbol perjalanan seorang akademisi yang tumbuh dari dalam kampusnya sendiri—hingga menjadi Guru Besar pertama yang lahir dari rahim USN Kolaka.

Bagi Nur Ihsan HL, pencapaian ini tidak datang secara instan. Ia merupakan akumulasi dari proses panjang, dari ruang-ruang kelas sederhana, diskusi akademik yang tak selalu mudah, hingga pergulatan intelektual yang ditempa waktu.

“Saya tumbuh di sini, berproses di sini. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang perjalanan kolektif sebuah institusi,” ujarnya dengan nada reflektif.

Sejak awal kariernya, Nur Ihsan dikenal sebagai akademisi yang menaruh perhatian besar pada pengembangan bahasa dalam konteks pendidikan. Baginya, bahasa bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan medium pembentukan cara berpikir dan karakter.

Jejak itu ia rawat dari tahun ke tahun—mengajar, meneliti, membimbing mahasiswa, hingga terlibat dalam penguatan kelembagaan kampus. Dalam setiap peran, ia tidak hanya membangun kapasitas diri, tetapi juga turut membentuk fondasi akademik USN Kolaka.

Lingkungan kampus yang terus berkembang menjadi ruang bagi Nur Ihsan untuk mengasah gagasan. Diskursus ilmiah yang hidup, dukungan kolega, serta dinamika akademik yang terbuka menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Ia pun tidak menutup mata bahwa perjalanan itu juga ditopang oleh kekuatan yang lebih personal. Keluarga, kata dia, menjadi jangkar yang menjaga konsistensi dan semangatnya dalam menempuh jalan akademik yang panjang.

“Di balik capaian ini ada doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga yang tidak terlihat,” katanya.

Momentum pengukuhan Guru Besar, menurutnua, bukanlah garis akhir. Justru sebaliknya, ini adalah titik awal untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar—baik secara keilmuan maupun institusional.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Pendekatan Prakmatik dalam Pembelajaran Bahasa”, ia menegaskan kembali gagasannya tentang pentingnya bahasa sebagai praktik sosial. Pendekatan pragmatik, menurut dia, memungkinkan pembelajaran bahasa menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata.

Di titik ini, perjalanan personal Nur Ihsan bertemu dengan misi yang lebih luas: membangun generasi yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berkarakter.

Kehadirannya sebagai Guru Besar pertama dari internal kampus menjadi penanda bahwa Universitas Sembilanbelas November Kolaka telah memasuki fase baru—fase di mana institusi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu melahirkan tradisi keilmuan dari dalam dirinya sendiri.

Bagi banyak mahasiswa dan dosen muda, kisah Ihsan kini menjadi cermin bahwa jalan akademik, betapapun panjang dan berliku, tetap dapat ditapaki hingga puncaknya—selama dijalani dengan ketekunan, integritas, dan keyakinan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laut Kita, Masa Depan Kita: Mahasiswa KKN USN Kolaka Edukasi Pelajar Peduli Ekosistem Laut

4 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik

31 Juli 2026 - 17:39 WITA

RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola

23 Juli 2026 - 18:05 WITA

Mahasiswa KKN USN Kolaka Gandeng Warga Wujudkan Program Berbasis Kebutuhan Desa Pokurumba

22 Juli 2026 - 16:09 WITA

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

19 Juli 2026 - 19:07 WITA

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir
Trending di Headline