SIBERKITA.ID, MAKASSAR — Ribuan pelari memenuhi ruas-ruas Kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan penutup kepala khas Bugis-Makassar, patonro. Bukan sekadar perlengkapan lomba, patonro menjadi identitas yang dibawa bersama langkah 7.092 peserta dalam TNI-81 Patonro Elite Run 2026, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI itu mempertemukan olahraga dan kebudayaan dalam ruang publik. Ribuan peserta mengenakan patonro, termasuk patonro yang dibubuhi logo PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID).
Penggunaan patonro menjadi cara memperkenalkan kembali simbol budaya Bugis-Makassar kepada masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka. Olahraga sekaligus menjadi medium untuk membawa identitas lokal menjangkau ribuan orang dari berbagai latar belakang.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengaku terkesan melihat ribuan peserta mengenakan patonro yang didominasi warna merah.
“Merinding kita hari ini melihat peserta, memerah dengan topi kebanggaan kita, patonro,” ujar Bangun.
Sebanyak 7.092 pelari mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta dinyatakan telah mencapai kapasitas maksimal atau sold out. Bangun juga turut ambil bagian dalam lomba pada kategori 3 kilometer.
Menurut Bangun, Patonro Run didedikasikan untuk memuliakan budaya Bugis-Makassar. Patonro, kata dia, mengandung makna tegak lurus, kesetiaan, semangat pantang mundur, serta jiwa rela berkorban.
“Patonro Run didedikasikan untuk memuliakan budaya Bugis-Makassar. Patonro melambangkan tegak lurus, kesetiaan, semangat pantang mundur dan jiwa-jiwa rela berkorban,” katanya.

Mempertemukan Olahraga dan Kolaborasi
PT Vale Indonesia turut mendukung penyelenggaraan Patonro Elite Run 2026. Tidak hanya melalui dukungan terhadap kegiatan, perusahaan juga mengirimkan tim pelari yang melibatkan jajaran manajemen dan sejumlah senior perusahaan.
Direktur sekaligus Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk Muhammad Asril mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut.
“Ini event yang luar biasa, dengan 7.000 peserta. Luar biasa antusiasme masyarakat. Kita berkolaborasi dengan TNI dan semua stakeholder, dan tentu ini sejalan dengan nilai-nilai PT Vale, yakni terus berkolaborasi dengan stakeholder, khususnya terkait kegiatan-kegiatan positif,” ujar Asril.
Asril hadir bersama Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Endra Kusuma.
Menurut Asril, keterlibatan PT Vale dalam kegiatan tersebut juga diwujudkan melalui partisipasi langsung tim pelari perusahaan.
“Kita berkontribusi untuk event ini dan tim runner Vale juga kita ikutkan. Termasuk beberapa senior kunci,” katanya.
Selain menjadi ajang olahraga, Patonro Elite Run 2026 menjadi ruang perjumpaan berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara turut hadir.

Bagi Asril, pertemuan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga. Momentum itu dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarpemangku kepentingan.
“Ini bukan cuma terkait event-nya sendiri, tapi juga silaturahmi Forkopimda Sulsel dan Sultra, memperkuat silaturahmi dan kolaborasi serta hal-hal yang bisa kita perbaiki bersama,” tuturnya.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan oleh TNI dan berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan positif.
“Mewakili manajemen PT Vale, kami mengucapkan Dirgahayu TNI ke-81. Harapan kita, tentu TNI terus sebagai stakeholder kunci di pusat maupun daerah. Kerja sama dan sinergi dengan industri terus diperkuat,” ujar Asril.
Patonro Elite Run 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus berlangsung dalam ruang-ruang budaya yang formal. Ketika sebuah simbol lokal dibawa ke jalanan dan dikenakan ribuan orang, budaya hadir dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
Di Makassar, pagi itu, langkah ribuan pelari sekaligus membawa patonro menjadi penanda identitas Bugis-Makassar di tengah ruang publik.(*)

























