Menu

Mode Gelap
Menata Aset, Upaya Pemda Kolaka Menjaga Uang Rakyat Menjaga Peran Guru di Era AI, Riset Dosen USN Kolaka Dipresentasikan di Amsterdam Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa ASN Kolaka Kini Punya Kanal Pelaporan Praktik Korupsi yang Terlindungi DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

Bisnis

Dari Selembar Kain Menuju Kemandirian Ekonomi, ANTAM Tingkatkan Keterampilan Pengrajin Tenun di Kolaka

badge-check


 Dari Selembar Kain Menuju Kemandirian Ekonomi, ANTAM Tingkatkan Keterampilan Pengrajin Tenun di Kolaka Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Industri pertambangan selama ini identik dengan hilir mudik alat berat dan komoditas mineral. Namun di sekitar wilayah pemberdayaan PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, kini tumbuh ruang-ruang baru yang menawarkan harapan berbeda. Dari tangan-tangan masyarakat yang merangkai benang menjadi kain tenun dan tali menjadi kerajinan bernilai ekonomi.

Bagi sebagian warga Pomalaa, Kabupaten Kolaka, keterampilan tersebut bukan lagi sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Ia mulai dipandang sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi keluarga, membuka usaha mandiri, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan sosial yang cepat.

Kesadaran itulah yang melandasi pelaksanaan pelatihan kain tenun dan tali rajut yang digelar PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka. Program pemberdayaan masyarakat yang berlangsung selama tiga pekan itu resmi ditutup, Minggu (5/7/2026), menandai berakhirnya proses belajar sekaligus dimulainya harapan baru bagi para pesertanya.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari teknik dasar hingga lanjutan dalam menenun dan merajut. Mereka juga diperkenalkan pada pengembangan desain, peningkatan mutu produk, strategi pemasaran, hingga cara membangun identitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Pendekatan tersebut mencerminkan perubahan paradigma dalam program pemberdayaan masyarakat. Pelatihan tidak lagi berhenti pada transfer keterampilan, melainkan diarahkan agar masyarakat mampu membangun rantai nilai ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Kolaka Region CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Muhammad Rusdan mengatakan, peningkatan kapasitas masyarakat harus menjadi investasi jangka panjang yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan warga.

“Kami berharap keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi peluang usaha yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus melestarikan kerajinan lokal sebagai bagian dari warisan budaya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang dilatih. Yang lebih penting ialah bagaimana keterampilan itu mampu tumbuh menjadi sumber penghasilan baru, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan menciptakan lapangan usaha di tingkat lokal.

Dalam konteks daerah yang berkembang bersama industri pertambangan, diversifikasi ekonomi menjadi kebutuhan yang semakin penting. Ketergantungan pada satu sektor membuat masyarakat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Karena itu, penguatan usaha mikro berbasis potensi lokal dipandang sebagai salah satu fondasi pembangunan yang lebih tangguh.

Kain tenun dan kerajinan tali rajut memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut. Selain mengandung nilai budaya yang diwariskan antargenerasi, produk kerajinan juga memiliki peluang berkembang sebagai bagian dari industri kreatif yang terus memperoleh ruang di pasar nasional.

Suasana optimistis itu tampak pada penutupan pelatihan yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Pomalaa Minrang, Lurah Kumoro Rodiyanto, serta jajaran Kolaka CSR & ER Bureau PT ANTAM UBP Nikel Kolaka. Berbagai hasil karya peserta dipamerkan sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani selama tiga pekan.

Deretan kain tenun dengan beragam motif serta aneka produk tali rajut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar ketika memperoleh akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang. Produk-produk tersebut bukan sekadar hasil praktik pelatihan, melainkan gambaran awal lahirnya usaha-usaha kreatif baru di tingkat komunitas.

Komitmen itu tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Para peserta direncanakan mengikuti kegiatan yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Makassar pada 2026. Mereka akan memperoleh penguatan kapasitas melalui seminar dan pelatihan mengenai pemasaran digital, pengembangan merek produk, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.

Tahapan lanjutan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha. Sebab, tantangan pelaku usaha mikro saat ini bukan semata menghasilkan produk berkualitas, melainkan juga kemampuan menjangkau pasar, membangun identitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

Melalui rangkaian pendampingan yang berkesinambungan, PT ANTAM UBP Nikel Kolaka berharap tumbuh kelompok-kelompok perajin yang mandiri, produktif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pada akhirnya, pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Ia sering lahir dari keterampilan sederhana yang terus diasah, dari keberanian masyarakat untuk mencoba peluang baru, dan dari kemitraan yang memberi ruang bagi warga untuk berkembang.

Di Pomalaa, benang-benang yang dirajut dan ditenun kini tidak hanya membentuk kain atau kerajinan. Ia sedang menenun optimisme bahwa pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan, bahkan di tengah kawasan yang selama ini lebih dikenal sebagai pusat pertambangan nikel.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merawat Sinergi Lewat Olahraga, ANTAM UBPN Kolaka Perkuat Fondasi Kemitraan dengan Aparat Keamanan

4 Juli 2026 - 13:23 WITA

Dorong Generasi Peduli Lingkungan, PT Vale Edukasi Praktik Green Mining Lewat Nursery Tanggetada

30 Juni 2026 - 20:23 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 15:27 WITA

Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa

25 Juni 2026 - 15:19 WITA

Program Promosi Kesehatan di Pomalaa, PT Vale Ajak Warga Pesouha Perang Melawan DBD

25 Juni 2026 - 14:50 WITA

Trending di Bisnis