Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Berita Terkini

ANTAM dan PeTANI Sultra Fasilitasi Sekolah Lapang untuk Pengelola Kebun Edukasi Sopura

badge-check


 ANTAM dan PeTANI Sultra Fasilitasi Sekolah Lapang untuk Pengelola Kebun Edukasi Sopura Perbesar


Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka bekerjasama dengan Lembaga PeTANI Sultra memfasilitasi pelaksanaan Sekolah Lapang untuk pengelola Program Kebun Edukasi di Desa Sopura, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, sejak hari Sabtu (25/11/2023) sampai dengan Minggu (26/11/2023) yang diikuti oleh 14 orang anggota kelompok pengelola Kebun Edukasi desa Sopura.

Direktur PeTANI Sultra, Junaidin menjelaskan, program Kebun Edukasi merupakan media pembelajaran masyarakat dalam rangka mengembangkan budidaya tanaman Kakao dan Kopi di Desa Sopura.

Namun tidak terbatas bagi masyarakat Sopura saja. Dia berharap, program ini menjadi lokasi pembelajaran bagi masyarakat Kabupaten Kolaka. Karena Kopi dan Kakao merupakan tanaman familiar bagi masyarakat bumi Mekongga, namun produktifitasnya mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Sehingga, ANTAM dan PeTANI Sultra menggagas program Kebun Edukasi untuk memberikan contoh pengelolaan tanaman Kopi dan Kakao dengan perlakukan yang konvensional, namun yang membedakannya, program edukasi mengajarkan petani untuk teratur memberikan perawatan dan pemeliharaan secara rutin.

Junaidin menambahkan, salah satu strategi program Kebun Edukasi adalah meningkatkan sumber daya manusia anggota kelompok pengelola tentang budidaya tanaman Kopi dan Kakao melalui Program Sekolah Lapang.

Exif_JPE

Sekolah Lapang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan kepada masyarakat sehingga dapat mereka replikasi di lahan masyarakat masing-masing.

Menjelang tiga tahun pelaksanannya, Program Kebun Edukasi di Desa Sopura telah melaksanakan enam kali Sekolah Lapang dengan menghadirkan tim ahli sebagai narasumber.

Sekolah Lapang tahap awal dilaksanakan dengan memberikan pengenalan tanaman Kakao dan Kopi kepada anggota kelompok pengelola Kebun Edukasi.

Kemudian tahapan kedua adalah memberikan materi konservasi tanah, dimana anggota kelompok diajarkan untuk mengenal kondisi tanah serta menemukan metode pengolahannya.

Pada kegiatan Sekolah Lapang ketiga, anggota kelompok pengelola diberikan pemahaman tentang tata cara pemberian nutrisi tanaman melalui pemupukan sesuai dengan umur tanaman. Kemudian dilanjutkan pada tahap ke-empat, mereka diberi pemahaman tentang pengentasan haman tanaman.

Sementara pada pelaksanaan Sekolah Lapang ke enam dan ketujuh, para anggota kelompok pengelola diberikan materi mengenai pendalaman sistem pemeliharaan dan perawatan tanaman yang disesuaikan dengan umurnya. Kemudian pada tahapan ketujuh akan membahas tentang mekanisme rehabilitasi tanaman serta pengelolaan pasca panen.

Di tempat yang sama, Comdev Assistant Manager PT ANTAM Tbk UPBN Kolaka, Anggoro Dwi Saputro menjelaskan, Program Kebun Edukasi di desa Sopura merupakan bentuk tanggung jawab ANTAM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya, melalui intervensi pada sektor pendapatan rill dan pekerjaan.

Program ini difokuskan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami tehnik budidaya kopi dan kakao, yang selama ini dilakukan secara konvensional. Jadi pada kegiatan Sekolah Lapang ini, petani diberi ilmu tentang tehnik budidaya yang diberikan langsung oleh tim ahli Lembaga PeTANI Sultra.

Anggoro menjelaskan, memasuki tahun ketiga pelaksanaan Program Kebun Edukasi, ANTAM bersama Lembaga PeTANI juga mulai melakukan replikasi program melalui pendamping Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Sopura.

“Harapannya, bapak-bapaknya bertani kopi dan kakao secara masif, sedangkan ibu dapat menanami tomat, cabe agar memiliki kegiatan rutin yang kedepannya menghasilkan nilai ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Anggoro.

Replikasi program pada pendamping KWT Melati ini menyasar pengelolaan lahan pekarangan rumah milik masyarakat untuk ditanami dengan tanaman holtikultura.

KWT Melati desa Sopura saat ini telah mengolah lahan seluas 4000 meter persegi yang akan ditanami dengan tanaman jangka pendek, sebagai pencaharian alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Baik kelompok pengelola Kebun Edukasi maupun KWT Melati telah memiliki legalitas dari kepala desa setempat, serta telah terdaftar di Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Kolaka,” terangnya.

Dia berharap, program ini dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, utamanya Dinas Pertanian dan Hortikultura serta pemerintah desa Sopura sehingga pelaksanaannya bisa berkelanjutan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale, Dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional

11 Juni 2026 - 19:12 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.

DP3A Kolaka Ajak Warga Pelambua Cegah Kekerasan Anak, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan

9 Juni 2026 - 12:01 WITA

Trending di Kolaka