Menu

Mode Gelap
Husmaluddin Pimpin KONI Kolaka, Bidik Kebangkitan Olahraga Daerah Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka Dari Laboratorium USN Kolaka, Asa Pendidikan Unggul Diuji Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor, Nur Ihsan Kembali Menapaki Jalan Pengabdian untuk USN Kolaka

Bisnis

PT Vale Dorong Pertanian Padi SRI Organik di Baula

badge-check


 PT Vale Dorong Pertanian Padi SRI Organik di Baula Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Sejumlah petani di desa Puubenua dan Puuroda, kecamatan Baula, kabupaten Kolaka mengembangkan pertanian padi organik dengan menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Metode ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dengan tujuan mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Hal ini sejalan dengan komitmen PT Vale Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Program ini berhasil mengubah pola tanam petani padi dari sistem konvensional berbasis bahan kimia menjadi metode organik yang lebih sehat dan efisien.

Watno, salah satu petani padi organik binaan PT Vale IGP Pomalaa mengatakan, pengembangan padi dengan metode SRI organik ternyata mampu menekan biaya produksi mereka, karena tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Watno yang semula ragu dengan keberhasilan program ini, mengaku hanya ingin mencoba metode pertanian yang baru dikenalnya itu lewat sosialisasi padi SRI organik oleh PT Vale Indonesia. Setelah melalui sejumlah pelatihan, Watno mulai yakin, usaha yang dimulinya itu akan membuahkan hasil gemilang.

“Kami diberi pelatihan mengolah pupuk organik tanpa menggunakan bahan kimia. Kemudian diajarkan mengolah tanah dan mengatasi hama padi secara alami, tanpa obat-obatan kimia,” kata Watno saat ditemui di pematang sawahnya, di desa Puuroda, Kamis (24/7/2025).

Kini, empat tahun sudah Watno bersama sejumlah petani di dua desa itu merasakan hasil panen padi organik. Selain ekonomis, kata dia, pelaksanaan metode ini juga tentu ramah lingkungan, dan hasilnya juga sudah pasti menyehatkan. Karena biji padi itu tidak mengandung bahan kimia sejak awal proses nya di tanam hingga menjadi beras.

“Padi SRI Organik ternyata sangat menguntungkan, selain dari segi penjualan, kita juga mengonsumsi beras yang sehat,” ujarnya.

Selain sehat, harga beras ini juga cukup tinggi jika dibandingkan beras yang ditanam menggunakan metode konvensional. DImana harga rata-rata beras organik di pasaran saat ini mencapai Rp24.000/kilo gram, lebih tinggi dari harga beras yang ditanam dengan pupuk kimia, yakni Rp18.000/kilogram. Meski harganya mahal, Watno mengaku kewalahan melayani permitaan masyarakat terhadap stok beras padi organik.

Terpisah, Senior Manager External Relation IGP Pomalaa, Hasmir, program tersebut berawal dari pendampingan intensif selama tiga tahun (2021–2023). Pada tahun 2024, program mulai berkembang menjadi model bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.

“Sejak awal kami melakukan pendekatan ke petani dengan turun langsung ke sawah, untuk memonitoring tanaman padi milik petani organik, kami lihat case by case,” jelas Hasmir.

Tahap awal program dimulai di dua kecamatan sebagai pilot project. Para petani diberikan pelatihan menanam padi organik varietas Mentik Susu, sekaligus dibekali pemahaman metode ‘SRI’. Kini, program tersebut telah menjangkau empat kecamatan di Kabupaten Kolaka, dengan total luas lahan yang dimanfaatkan mencapai 11 hektare,  melibatkan 40 petani aktif.

Menurut Hasmir, perubahan sikap para petani menjadi tantangan terbesar saat program tersebut mulai digencarkan. “Awalnya sangat sulit karena petani khawatir rugi. Tapi sekarang petani sudah mandiri dan punya ilmunya. Kalau ada hama, mereka langsung diskusi dalam kelompok tani per kecamatan,” terangnya.

Metode penanaman padi “SRI Organik” yang diterapkan dikenal sebagai teknik budidaya padi yang hemat air, tanpa pupuk kimia, dan mengandalkan kompos alami. Selain ramah lingkungan, metode ini terbukti meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi biaya produksi secara signifikan.

Tak hanya pelatihan teknis, PT Vale juga menyediakan sarana dan prasarana pertanian, serta mendampingi proses panen hingga pemasaran hasil. Varietas padi Mentik Susu dipilih karena adaptif terhadap metode organik dan bernilai jual tinggi.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan alternatif penghidupan bagi masyarakat yang terdampak langsung dari aktivitas pertambangan di wilayah lingkar tambang.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia

3 Mei 2026 - 12:40 WITA

Menavigasi Tantangan, Menghadirkan Dampak: Perjalanan ESG PT Vale Menguat pada 2025

1 Mei 2026 - 15:19 WITA

Professional Assessment Ceria Wolo Gaungkan REHAT di Babarina

1 Mei 2026 - 14:15 WITA

Kinerja Solid di Tengah Tekanan Produksi, PT Vale Bukukan Lonjakan Laba Triwulan Pertama

29 April 2026 - 19:53 WITA

Dorong Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat Morowali, PT Vale Gelar Service Excellence Improvement Program

28 April 2026 - 16:29 WITA

Trending di Bisnis