Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Headline

Dari Laboratorium USN Kolaka, Asa Pendidikan Unggul Diuji

badge-check


 Dari Laboratorium USN Kolaka, Asa Pendidikan Unggul Diuji Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Pagi itu, deretan komputer di Laboratorium Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menyala serempak. Di hadapannya, puluhan pelajar duduk dengan raut tegang sekaligus penuh harap. Mereka datang dari berbagai penjuru Sulawesi Tenggara, membawa satu tujuan: menembus seleksi SMA Unggul Garuda, pintu menuju pendidikan yang mereka impikan.

Sebanyak 45 peserta dari Kabupaten Kolaka, Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, hingga Kabupaten Bombana mengikuti ujian berbasis komputer (computer based test/CBT) yang digelar, Kamis (16/4/2026). Bagi mereka, ruang laboratorium itu bukan sekadar tempat ujian, melainkan titik awal perjalanan baru.

Program SMA Unggul Garuda yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi simbol harapan akan pemerataan akses pendidikan berkualitas. Di daerah, peluang semacam ini kerap menjadi momentum langka yang dinanti para pelajar berprestasi.

Di balik layar, persiapan teknis dilakukan dengan cermat. Ketua UPA TIK USN Kolaka, Ilham Tahir, bersama tim memastikan setiap perangkat bekerja optimal—mulai dari komputer, server, hingga jaringan internet.

“Stabilitas sistem menjadi kunci. Kami ingin peserta bisa fokus pada soal, bukan pada kendala teknis,” ujar Ilham.

Namun, lebih dari sekadar kelancaran teknis, pelaksanaan CBT ini menghadirkan gambaran tentang perubahan wajah pendidikan. Proses seleksi yang kini berbasis digital tidak hanya menjanjikan efisiensi, tetapi juga membuka ruang bagi penilaian yang lebih objektif dan transparan.

Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi sebagian daerah, keberadaan fasilitas laboratorium di USN Kolaka menjadi penopang penting. Kampus hadir bukan hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai simpul harapan yang menghubungkan kebijakan nasional dengan realitas di daerah.

Bagi para peserta, waktu yang terus berjalan di layar komputer terasa begitu menentukan. Setiap klik jawaban adalah ikhtiar kecil menuju masa depan yang lebih besar.

Dari ruang-ruang laboratorium sederhana di USN Kolaka, harapan itu diuji—dan, perlahan, masa depan mulai dirajut.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laut Kita, Masa Depan Kita: Mahasiswa KKN USN Kolaka Edukasi Pelajar Peduli Ekosistem Laut

4 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik

31 Juli 2026 - 17:39 WITA

RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola

23 Juli 2026 - 18:05 WITA

Mahasiswa KKN USN Kolaka Gandeng Warga Wujudkan Program Berbasis Kebutuhan Desa Pokurumba

22 Juli 2026 - 16:09 WITA

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

19 Juli 2026 - 19:07 WITA

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir
Trending di Headline