Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Kinerja Solid di Tengah Tekanan Produksi, PT Vale Bukukan Lonjakan Laba Triwulan Pertama

badge-check


 Kinerja Solid di Tengah Tekanan Produksi, PT Vale Bukukan Lonjakan Laba Triwulan Pertama Perbesar

SIBERKITA.ID, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan yang tetap kuat pada triwulan pertama 2026, meskipun produksi nikel mengalami penurunan seiring agenda pemeliharaan terencana. Perusahaan justru mampu mendongkrak laba secara signifikan, ditopang kenaikan harga nikel global dan efisiensi operasional.

Dalam laporan kinerja yang dirilis Selasa (29/4/2026), produksi nikel dalam matte tercatat sebesar 13.620 metrik ton, turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 17.052 ton. Penurunan ini disebut sebagai bagian dari strategi optimalisasi, termasuk pembangunan kembali Furnace 3 yang dijadwalkan rampung pada semester pertama tahun ini.

Kendati demikian, dari sisi keuangan, kinerja perseroan justru menguat. Pendapatan tercatat sebesar 252,7 juta dollar AS, sementara laba bersih melonjak 85 persen secara triwulanan menjadi 43,6 juta dollar AS. EBITDA juga tumbuh 29 persen menjadi 80,1 juta dollar AS.

Kinerja tersebut tidak lepas dari membaiknya harga nikel dunia. Sepanjang periode ini, harga rata-rata nikel matte mencapai 14.213 dollar AS per ton, naik sekitar 15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Direktur Utama dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan perseroan tetap mampu menjaga margin positif di tengah tantangan operasional. Selain itu, perusahaan mulai memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel limonit dari blok Pomalaa.

“Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan dan keberlanjutan bisnis ke depan,” ujarnya.

Sepanjang awal 2026, PT Vale juga mencatat kemajuan strategis dengan mulai mengoperasikan tiga blok tambang secara simultan, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Bahkan, penjualan perdana limonit dari Pomalaa telah dilakukan, menandai ekspansi portofolio komersial perseroan.

Dari sisi biaya, perusahaan menjaga efisiensi dengan biaya tunai produksi nikel matte sebesar 10.382 dollar AS per ton. Meski sedikit meningkat, angka ini dinilai masih kompetitif di tengah kenaikan harga input energi dan bahan bakar.

Untuk mendukung ekspansi, PT Vale mengalokasikan belanja modal sebesar 139 juta dollar AS pada triwulan ini. Di saat yang sama, perseroan juga memperkuat pembiayaan berkelanjutan melalui penandatanganan pinjaman berbasis ESG senilai 750 juta dollar AS—yang diklaim sebagai yang pertama di sektor pertambangan Asia Tenggara.

Ke depan, perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerja seiring tren harga nikel yang diperkirakan tetap menguat serta peningkatan volume produksi. Target produksi tahun penuh 2026 dipatok sebesar 67.645 ton, dengan potensi efisiensi lebih lanjut dari skala operasi yang semakin besar.

Dengan kombinasi strategi efisiensi, ekspansi tambang, dan diversifikasi produk, PT Vale menegaskan posisinya dalam menghadapi dinamika industri nikel global yang kian kompetitif.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis