Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

PT Vale Dorong Pertanian Padi SRI Organik di Baula

badge-check


 PT Vale Dorong Pertanian Padi SRI Organik di Baula Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Sejumlah petani di desa Puubenua dan Puuroda, kecamatan Baula, kabupaten Kolaka mengembangkan pertanian padi organik dengan menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Metode ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dengan tujuan mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Hal ini sejalan dengan komitmen PT Vale Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Program ini berhasil mengubah pola tanam petani padi dari sistem konvensional berbasis bahan kimia menjadi metode organik yang lebih sehat dan efisien.

Watno, salah satu petani padi organik binaan PT Vale IGP Pomalaa mengatakan, pengembangan padi dengan metode SRI organik ternyata mampu menekan biaya produksi mereka, karena tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Watno yang semula ragu dengan keberhasilan program ini, mengaku hanya ingin mencoba metode pertanian yang baru dikenalnya itu lewat sosialisasi padi SRI organik oleh PT Vale Indonesia. Setelah melalui sejumlah pelatihan, Watno mulai yakin, usaha yang dimulinya itu akan membuahkan hasil gemilang.

“Kami diberi pelatihan mengolah pupuk organik tanpa menggunakan bahan kimia. Kemudian diajarkan mengolah tanah dan mengatasi hama padi secara alami, tanpa obat-obatan kimia,” kata Watno saat ditemui di pematang sawahnya, di desa Puuroda, Kamis (24/7/2025).

Kini, empat tahun sudah Watno bersama sejumlah petani di dua desa itu merasakan hasil panen padi organik. Selain ekonomis, kata dia, pelaksanaan metode ini juga tentu ramah lingkungan, dan hasilnya juga sudah pasti menyehatkan. Karena biji padi itu tidak mengandung bahan kimia sejak awal proses nya di tanam hingga menjadi beras.

“Padi SRI Organik ternyata sangat menguntungkan, selain dari segi penjualan, kita juga mengonsumsi beras yang sehat,” ujarnya.

Selain sehat, harga beras ini juga cukup tinggi jika dibandingkan beras yang ditanam menggunakan metode konvensional. DImana harga rata-rata beras organik di pasaran saat ini mencapai Rp24.000/kilo gram, lebih tinggi dari harga beras yang ditanam dengan pupuk kimia, yakni Rp18.000/kilogram. Meski harganya mahal, Watno mengaku kewalahan melayani permitaan masyarakat terhadap stok beras padi organik.

Terpisah, Senior Manager External Relation IGP Pomalaa, Hasmir, program tersebut berawal dari pendampingan intensif selama tiga tahun (2021–2023). Pada tahun 2024, program mulai berkembang menjadi model bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.

“Sejak awal kami melakukan pendekatan ke petani dengan turun langsung ke sawah, untuk memonitoring tanaman padi milik petani organik, kami lihat case by case,” jelas Hasmir.

Tahap awal program dimulai di dua kecamatan sebagai pilot project. Para petani diberikan pelatihan menanam padi organik varietas Mentik Susu, sekaligus dibekali pemahaman metode ‘SRI’. Kini, program tersebut telah menjangkau empat kecamatan di Kabupaten Kolaka, dengan total luas lahan yang dimanfaatkan mencapai 11 hektare,  melibatkan 40 petani aktif.

Menurut Hasmir, perubahan sikap para petani menjadi tantangan terbesar saat program tersebut mulai digencarkan. “Awalnya sangat sulit karena petani khawatir rugi. Tapi sekarang petani sudah mandiri dan punya ilmunya. Kalau ada hama, mereka langsung diskusi dalam kelompok tani per kecamatan,” terangnya.

Metode penanaman padi “SRI Organik” yang diterapkan dikenal sebagai teknik budidaya padi yang hemat air, tanpa pupuk kimia, dan mengandalkan kompos alami. Selain ramah lingkungan, metode ini terbukti meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi biaya produksi secara signifikan.

Tak hanya pelatihan teknis, PT Vale juga menyediakan sarana dan prasarana pertanian, serta mendampingi proses panen hingga pemasaran hasil. Varietas padi Mentik Susu dipilih karena adaptif terhadap metode organik dan bernilai jual tinggi.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan alternatif penghidupan bagi masyarakat yang terdampak langsung dari aktivitas pertambangan di wilayah lingkar tambang.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis