Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Berita Terkini

Pemboman Ikan Semakin Marak di Kolaka, Nelayan Pertanyakan Sikap Aparat

badge-check


 Pemboman Ikan Semakin Marak di Kolaka, Nelayan Pertanyakan Sikap Aparat Perbesar

SIBERKITA.COM,KOLAKA–Puluhan nelayan dari desa Lambolemo, Wawo Tamboli, dan desa Konaweha, di kecamatan Samaturu, kabupaten Kolaka mendatangi kantor DPRD Kolaka, Jumat (30/9/2022).

Puluhan nelayan yang dikoordinir aktivis ForsDa Kolaka, Jabir Luhukuwi, dan Kusuma Wardana itu datang untuk melaporkan maraknya aktivitas pengeboman ikan di wilayah perairan Samaturu.

Saat diterima oleh Ketua DPRD Kolaka, Saefullah Halik, dan beberapa anggota komisi II, Jabir dan Kusuma Wardana mengungkapkan, aksi pengeboman ikan di perairan Samaturu sudah sangat meresahkan.

Selain telah berdampak pada jumlah hasil tangkapan nelayan, praktek penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak juga menyebabkan rusaknya ekosistem perairan laut.

“Ini sudah sangat mengganggu dan bisa memicu kejadian lebih parah. Ini bukan hanya ilegal fishing tapi juga kejahatan lingkungan,” kata Jabir.

Sebelum menuju kantor DPRD, sebelumnya para nelayan juga mendatangi Mapolres Kolaka guna menyampaikan keluhan yang sama.

Menurut Jabir, kedatangan para nelayan di DPRD Kolaka merupakan puncak dari keresahan mereka selama ini, yang terkesan berjuang sendiri menghadapi pelaku pengeboman ikan.

“Kita sebelum ke DPRD, datangi dulu Polres karena sebelumnya kita sudah pernah melapor di sana (Polsek Samaturu), tapi tidak ada juga tindakan. Ini warga seakan berjuang sendiri. Yang kita khawatirkan kalau ada kejadian antara pelaku pemboman ikan dengan masyarakat. Itu yang kita takutkan,” tambah Jabir.

Ambo Tang, salah seorang nelayan asal desa Wawo Tamboli mengungkapkan pengalamannya berhadapan dengan pelaku pemboman ikan.

Para pelaku, kata Ambo, terkesan tidak memiliki rasa takut saat beraksi. Sebaliknya, warga justru khawatir jika harus berhadapan dengan mereka.

“Pokoknya mereka tidak ada takutnya. Kita malah yang merasa terancam. Saya pernah jadi korban. (perahu) saya sengaja ditabrak, petugas perikanan juga pernah ditabrak,” ungkap Ambo.

Sementara itu, terkait keluhan nelayan, Ketua DPRD Kolaka, Saefullah Halik terlihat sangat geram.

Politisi Partai Gerindra itu kemudian berjanji untuk segera menyurati Polres Kolaka, Pos Angkatan Laut, dan instansi terkait lainnya agar segera menyikapi keluhan masyarakat nelayan.(eat)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.

DP3A Kolaka Ajak Warga Pelambua Cegah Kekerasan Anak, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan

9 Juni 2026 - 12:01 WITA

Husmaluddin Pimpin KONI Kolaka, Bidik Kebangkitan Olahraga Daerah

7 Mei 2026 - 13:42 WITA

Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan

3 Mei 2026 - 21:43 WITA

Trending di Headline