Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

Pemboman Ikan Semakin Marak di Kolaka, Nelayan Pertanyakan Sikap Aparat

badge-check


 Pemboman Ikan Semakin Marak di Kolaka, Nelayan Pertanyakan Sikap Aparat Perbesar

SIBERKITA.COM,KOLAKA–Puluhan nelayan dari desa Lambolemo, Wawo Tamboli, dan desa Konaweha, di kecamatan Samaturu, kabupaten Kolaka mendatangi kantor DPRD Kolaka, Jumat (30/9/2022).

Puluhan nelayan yang dikoordinir aktivis ForsDa Kolaka, Jabir Luhukuwi, dan Kusuma Wardana itu datang untuk melaporkan maraknya aktivitas pengeboman ikan di wilayah perairan Samaturu.

Saat diterima oleh Ketua DPRD Kolaka, Saefullah Halik, dan beberapa anggota komisi II, Jabir dan Kusuma Wardana mengungkapkan, aksi pengeboman ikan di perairan Samaturu sudah sangat meresahkan.

Selain telah berdampak pada jumlah hasil tangkapan nelayan, praktek penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak juga menyebabkan rusaknya ekosistem perairan laut.

“Ini sudah sangat mengganggu dan bisa memicu kejadian lebih parah. Ini bukan hanya ilegal fishing tapi juga kejahatan lingkungan,” kata Jabir.

Sebelum menuju kantor DPRD, sebelumnya para nelayan juga mendatangi Mapolres Kolaka guna menyampaikan keluhan yang sama.

Menurut Jabir, kedatangan para nelayan di DPRD Kolaka merupakan puncak dari keresahan mereka selama ini, yang terkesan berjuang sendiri menghadapi pelaku pengeboman ikan.

“Kita sebelum ke DPRD, datangi dulu Polres karena sebelumnya kita sudah pernah melapor di sana (Polsek Samaturu), tapi tidak ada juga tindakan. Ini warga seakan berjuang sendiri. Yang kita khawatirkan kalau ada kejadian antara pelaku pemboman ikan dengan masyarakat. Itu yang kita takutkan,” tambah Jabir.

Ambo Tang, salah seorang nelayan asal desa Wawo Tamboli mengungkapkan pengalamannya berhadapan dengan pelaku pemboman ikan.

Para pelaku, kata Ambo, terkesan tidak memiliki rasa takut saat beraksi. Sebaliknya, warga justru khawatir jika harus berhadapan dengan mereka.

“Pokoknya mereka tidak ada takutnya. Kita malah yang merasa terancam. Saya pernah jadi korban. (perahu) saya sengaja ditabrak, petugas perikanan juga pernah ditabrak,” ungkap Ambo.

Sementara itu, terkait keluhan nelayan, Ketua DPRD Kolaka, Saefullah Halik terlihat sangat geram.

Politisi Partai Gerindra itu kemudian berjanji untuk segera menyurati Polres Kolaka, Pos Angkatan Laut, dan instansi terkait lainnya agar segera menyikapi keluhan masyarakat nelayan.(eat)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional

12 September 2026 - 09:46 WITA

Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra

10 September 2026 - 21:11 WITA

Firman Guro Dinobatkan sebagai Bokeo XX Kerajaan Mekongga

27 Agustus 2026 - 20:21 WITA

PT. IPIP Kerahkan 11 Personel dan Dua Unit Damkar Tangani Kebakaran Lahan di Desa Sopura

21 Agustus 2026 - 15:55 WITA

Negara Harus Hadir, Pemkab Kolaka Menyimak Pesan Presiden dari Daerah

14 Agustus 2026 - 14:35 WITA

Trending di Kolaka