Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Berita Terkini

FPKKS Serahkan Berkas Usulan Pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan

badge-check


 FPKKS Serahkan Berkas Usulan Pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA— Forum Percepatan Pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan (FPPKS) yang diketuai H. Ismail Bella bertemu Bupati Kolaka untuk menyerahkan berkas usulan rencana pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan.

Berkas usulan tersebut diterima langsung Bupati Kolaka Ahmad Safei di ruang kerjanya, Kamis (17/2/2022).

Turut hadir mendampingi Ismail Bella, anggota FPPKS lainnya diantaranya Ahmad Lamo, Mustafa, Rusdin Nadjamuddin dan anggota forum lainnya.

Turut pula hadir pada kesempatan tersebut Ketua Balegda DPRD Kolaka Musdalim Zakir.

Kepada siberkita.com Ismail Bella menyatakan, pemekaran wilayah Kolaka bagian selatan tidak lagi hanya sebatas wacana tanpa progres.

Menurut mantan pejabat Pemda Kolaka itu, rencana pemekaran wilayah selatan Kolaka menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama diimpikan.

“Progresnya terus berjalan, sekarang ini kita bertemu pak bupati untuk menyerahkan berkas terkait hal itu. Insyaallah ini akan terus berproses,” ujar Ismail.

Dikatakan Ismail, setelah berkas rencana pemekaran diterima oleh bupati, pihaknya berharap nantinya akan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim yang beranggotakan semua stakeholder, termasuk unsur pemerintahan.

Sementara itu, terkait aksi unjuk rasa Himpunan Pemuda Pelajar – Mahasiswa Indonesia Kolaka Selatan ( PP-HIPPMA Kolsel) beberapa waktu lalu yang mendesak pembubaran Forum dan membentuk wadah serupa dengan melibatkan elemen masyarakat lebih luas, salah seorang anggota FPPKS, Ahmad Lamo menanggapinya santai.

“Apakah itu memberi pengaruh? Kita semua kan sudah bekerja, dan progresnya sudah jelas. Lagian jangan sampai pembubaran dan pembentukan wadah baru justru memunculkan faktor penghambat lain. Jadi sebaiknya kita dukung yang sudah ada. Kita semua ini kan bekerja tanpa ada yang digaji. Semua sukarela siapa yang mau bekerja, ayo sama-sama kita jalan,” tegas Ahmad Lamo.

Untuk diketahui, wacana pemekaran kabupaten baru di wilayah selatan Kolaka mulai mencuat setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Jika nantinya wilayah tersebut diterima dan disahkan oleh DPR RI menjadi daerah otonomi baru, setidaknya 5 kecamatan akan menjadi bagian dari kabupaten baru itu.

Lima kecamatan tersebut yakni Pomalaa, Tanggetada, Watubangga, Toari, dan kecamatan Polinggona.(eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah

4 November 2026 - 22:23 WITA

Vale Indonesia Raih Apresiasi Ditjen Minerba atas Kontribusi PNBP

4 November 2026 - 18:51 WITA

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

ANTAM UBPN Kolaka Raih The Sustainable Spark Award 2026, Reklamasi 451 Hektare dan Pulihkan Ekosistem Lingkungan

3 November 2026 - 12:40 WITA

Trending di Berita Terkini