Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Bisnis Kita

ANTAM Gelar Penanaman Perdana Kopi dan Kakao di Kebun Edukasi Desa Sopura

badge-check


 ANTAM Gelar Penanaman Perdana Kopi dan Kakao di Kebun Edukasi Desa Sopura Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar penanaman perdana untuk tanaman Kakao dan Kopi pada lahan Kebun Edukasi di desa Sopura, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka, Selasa (28/12/2021).

Penaman perdana kedua jenis komoditi unggulan ini dilaksanakan bersama masyarakat desa Sopura, anggota kelompok pengelola Kebun Edukasi, aparat desa, camat Pomalaa serta jajaran manajeman PT ANTAM Tbk UBPN Sultra yang difasilitasi oleh Lembaga PeTani Sultra.

Program Kebun Edukasi merupakan gagasaan CSR ANTAM dan bekerjasama dengan Lembaga PeTani Sultra yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa Sopura melalui pengembangan tanaman Kakao dan Kopi.

Program ini dirancang dengan membuat demplot kebun percontohan untuk jenis tanaman Kopi Robusta dan Kakao, dimana nantinya kebun tersebut akan menjadi tempat belajar bagi masyarakat kabupaten Kolaka tentang tehnik budidaya serta penolahan Kakao dan Kopi menggunakan teknologi modern.

CSR, HC and Finance Division Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Dito Yulianto melakukan penanaman perdana tanaman Kakao di Kebun Edukasi desa Sopura

CSR, HC and Finance Division Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Dito Yulianto melakukan penanaman perdana tanaman Kakao di Kebun Edukasi desa Sopura

CSR, HC and Finance Divison Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Dito Yulianto mengatakan, gagasan program ini sejalan dengan arahan direksi ANTAM karena pasaran kopi dan coklat saat ini sangat tinggi.

Kata dia, program seperti ini telah dilaksanakan ANTAM di UBPN Maluku Utara, dengan memanfaatkan lahan pasca tambang untuk budidaya tanaman kopi.

“Sehingga ANTAM UBPN Sultra berinisiatif menggagas program serupa, dengan melihat kecocokan kultur tanah yang ada di kabupaten Kolaka, maka program ini mengembangkan tanaman kopi jenis Robusta,” jelas Dito Yulianto saat membuka seremoni penanaman perdana tanaman Kopi dan Kakao di desa Sopura.

Menurutnya, kabupaten Kolaka sendiri sebenarnya telah lama dikenal sebagai daerah penghasil kakao terbaik. Sayangnya, produksinya sudah mulai menurun dari tahun ke tahun.

“Saya berharap, melalui kebun edukasi ini, mulai ditumbuhkan minat masyarakat untuk membudidayakan kakao dan kopi. Jika program ini berhasil, bapak-bapak yang telah menjadi anggota kelompok pengelola bisa mengajarkan praktek ini kepada petani di desa lain untuk direplikasi di lahan mereka,” katanya.

Selain itu, dua juga juga berharap agar Lembaga PeTani Sultra tak hanya memberikan pendampingan untuk penanaman saja kepada petani, namun bisa mengembangkan produk kopi dan kakao yang memiliki khas serta mampu menyediakan akses pasar untuk penjulan produk ini.

Di tempat yang sama, Camat Pomalaa Mirdan Athar menyampaikan penghargaan yang tinggi atas komitmen ANTAM untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui program ini.

Dia berharap, program ini dapat mengembalikan kejayaan kabupaten Kolaka sebagai penghasil Kakao terbesar di Indonesia. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, produksi tanaman ini menurun drastis karena adanya gangguan hama penggerek batang, sehingga mayoritas petani mulai meninggalkan budidaya kakao dan beralih ke komoditas lain, seperti cengkeh.

Camat Pomalaa, Mirdan Athar saat menyirami bibit Kakao dalam acara seremoni penanaman perdana bibit Kakao dan Kopi di Kebun Edukasi desa Sopura

Camat Pomalaa, Mirdan Athar saat menyirami bibit Kakao dalam acara seremoni penanaman perdana bibit Kakao dan Kopi di Kebun Edukasi desa Sopura

“Padahal kalau kita bicara jangka panjang, pasar cengkeh ini akan semakin sempit. Berbeda dengan coklat. Karena hampir semua produk makanan, pasti menggunakan coklat,” kata Mirdan Athar.

Sama halnya dengan Kopi. Menurutnya, produk tanaman ini sangat tinggi peminatnya. Harganya pun semakin tinggi jika diolah dengan kualitas yang baik.

Walau demikian, Mirdan Athar mengingatkan agar pendamping program ini juga menyiapkan teknologi pasca panen serta penyediaan sarana pemasarannya sehingga produk Kopi dan Kakao yang telah ditanami oleh masyarakat akan memiliki kepastian harga dan kepastian pasar.

Sementara itu, Direktur Lembaga PeTani Sultra Junaidin menjelaskan bahwa program Kebun Edukasi ini merupakan kerjasama CSR ANTAM UBPN Sultra dengan Lembaga PeTani Sultra yang akan berlangsung selama tiga tahun mendatang dengan fokus program menyediakan kebun percontohan untuk tanaman Kopi dan Kakao.

Nantinya, kebun ini akan menjadi tempat belajar bagi masyarakat kabupaten Kolaka tentang pembibitan, penanaman sampai dengan pengelolaan kopi dan kakao. Mereka nanti akan dipandu oleh pengelola kebun edukasi itu sendiri.

“Para pengelola kebun terdiri dari masyarakat desa Sopura yang tergabung dalam kelompok pengelola kebun Edukasi,” kata Junaidin. (AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale, Dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional

11 Juni 2026 - 19:12 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.

DP3A Kolaka Ajak Warga Pelambua Cegah Kekerasan Anak, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan

9 Juni 2026 - 12:01 WITA

Trending di Kolaka