Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis Kita

ANTAM Gelar Penanaman Perdana Kopi dan Kakao di Kebun Edukasi Desa Sopura

badge-check


 ANTAM Gelar Penanaman Perdana Kopi dan Kakao di Kebun Edukasi Desa Sopura Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar penanaman perdana untuk tanaman Kakao dan Kopi pada lahan Kebun Edukasi di desa Sopura, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka, Selasa (28/12/2021).

Penaman perdana kedua jenis komoditi unggulan ini dilaksanakan bersama masyarakat desa Sopura, anggota kelompok pengelola Kebun Edukasi, aparat desa, camat Pomalaa serta jajaran manajeman PT ANTAM Tbk UBPN Sultra yang difasilitasi oleh Lembaga PeTani Sultra.

Program Kebun Edukasi merupakan gagasaan CSR ANTAM dan bekerjasama dengan Lembaga PeTani Sultra yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa Sopura melalui pengembangan tanaman Kakao dan Kopi.

Program ini dirancang dengan membuat demplot kebun percontohan untuk jenis tanaman Kopi Robusta dan Kakao, dimana nantinya kebun tersebut akan menjadi tempat belajar bagi masyarakat kabupaten Kolaka tentang tehnik budidaya serta penolahan Kakao dan Kopi menggunakan teknologi modern.

CSR, HC and Finance Division Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Dito Yulianto melakukan penanaman perdana tanaman Kakao di Kebun Edukasi desa Sopura

CSR, HC and Finance Division Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Dito Yulianto melakukan penanaman perdana tanaman Kakao di Kebun Edukasi desa Sopura

CSR, HC and Finance Divison Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Dito Yulianto mengatakan, gagasan program ini sejalan dengan arahan direksi ANTAM karena pasaran kopi dan coklat saat ini sangat tinggi.

Kata dia, program seperti ini telah dilaksanakan ANTAM di UBPN Maluku Utara, dengan memanfaatkan lahan pasca tambang untuk budidaya tanaman kopi.

“Sehingga ANTAM UBPN Sultra berinisiatif menggagas program serupa, dengan melihat kecocokan kultur tanah yang ada di kabupaten Kolaka, maka program ini mengembangkan tanaman kopi jenis Robusta,” jelas Dito Yulianto saat membuka seremoni penanaman perdana tanaman Kopi dan Kakao di desa Sopura.

Menurutnya, kabupaten Kolaka sendiri sebenarnya telah lama dikenal sebagai daerah penghasil kakao terbaik. Sayangnya, produksinya sudah mulai menurun dari tahun ke tahun.

“Saya berharap, melalui kebun edukasi ini, mulai ditumbuhkan minat masyarakat untuk membudidayakan kakao dan kopi. Jika program ini berhasil, bapak-bapak yang telah menjadi anggota kelompok pengelola bisa mengajarkan praktek ini kepada petani di desa lain untuk direplikasi di lahan mereka,” katanya.

Selain itu, dua juga juga berharap agar Lembaga PeTani Sultra tak hanya memberikan pendampingan untuk penanaman saja kepada petani, namun bisa mengembangkan produk kopi dan kakao yang memiliki khas serta mampu menyediakan akses pasar untuk penjulan produk ini.

Di tempat yang sama, Camat Pomalaa Mirdan Athar menyampaikan penghargaan yang tinggi atas komitmen ANTAM untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui program ini.

Dia berharap, program ini dapat mengembalikan kejayaan kabupaten Kolaka sebagai penghasil Kakao terbesar di Indonesia. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, produksi tanaman ini menurun drastis karena adanya gangguan hama penggerek batang, sehingga mayoritas petani mulai meninggalkan budidaya kakao dan beralih ke komoditas lain, seperti cengkeh.

Camat Pomalaa, Mirdan Athar saat menyirami bibit Kakao dalam acara seremoni penanaman perdana bibit Kakao dan Kopi di Kebun Edukasi desa Sopura

Camat Pomalaa, Mirdan Athar saat menyirami bibit Kakao dalam acara seremoni penanaman perdana bibit Kakao dan Kopi di Kebun Edukasi desa Sopura

“Padahal kalau kita bicara jangka panjang, pasar cengkeh ini akan semakin sempit. Berbeda dengan coklat. Karena hampir semua produk makanan, pasti menggunakan coklat,” kata Mirdan Athar.

Sama halnya dengan Kopi. Menurutnya, produk tanaman ini sangat tinggi peminatnya. Harganya pun semakin tinggi jika diolah dengan kualitas yang baik.

Walau demikian, Mirdan Athar mengingatkan agar pendamping program ini juga menyiapkan teknologi pasca panen serta penyediaan sarana pemasarannya sehingga produk Kopi dan Kakao yang telah ditanami oleh masyarakat akan memiliki kepastian harga dan kepastian pasar.

Sementara itu, Direktur Lembaga PeTani Sultra Junaidin menjelaskan bahwa program Kebun Edukasi ini merupakan kerjasama CSR ANTAM UBPN Sultra dengan Lembaga PeTani Sultra yang akan berlangsung selama tiga tahun mendatang dengan fokus program menyediakan kebun percontohan untuk tanaman Kopi dan Kakao.

Nantinya, kebun ini akan menjadi tempat belajar bagi masyarakat kabupaten Kolaka tentang pembibitan, penanaman sampai dengan pengelolaan kopi dan kakao. Mereka nanti akan dipandu oleh pengelola kebun edukasi itu sendiri.

“Para pengelola kebun terdiri dari masyarakat desa Sopura yang tergabung dalam kelompok pengelola kebun Edukasi,” kata Junaidin. (AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis