Menu ✖

Mode Gelap
Jejak Nikel di Pomalaa, Tanah Merah yang Tak Pernah Selesai Dibaca Zona Hitam di Tanah Merah: Industri Nikel, Ancaman Narkoba dan Perebutan Masa Depan Generasi Muda Nyamuk Hanya Butuh Genangan, Manusialah yang Menyediakannya Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra

Kolaka

Sekda Kolaka: Pemerintahan di Era Digital Harus Mengubah Cara Kerja

badge-check


 Sekda Kolaka: Pemerintahan di Era Digital Harus Mengubah Cara Kerja Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Digitalisasi dalam lingkup pemerintahan tidak semestinya berhenti pada penggunaan aplikasi. Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendorong teknologi digital menjadi bagian dari perubahan cara kerja birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terintegrasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kolaka Akbar, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa transformasi digital harus mengubah pola kerja pemerintahan, bukan sekadar menambah berbagai aplikasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi membangun cara kerja pemerintahan yang lebih terintegrasi, efektif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kolaka,” kata Akbar saat membuka Forum Koordinasi Pemerintah Digital di Aula Sasana Praja, Selasa (6/10/2026).

Menurut Akbar, penguatan pemerintahan digital membutuhkan koordinasi antarlembaga agar sistem yang dibangun tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi menjadi penting agar pemanfaatan teknologi dapat mendukung proses kerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Forum yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kolaka itu menjadi ruang koordinasi bagi perangkat daerah untuk memperkuat penerapan pemerintahan digital yang terintegrasi, efektif, dan aman.

Forum tersebut diikuti pimpinan OPD, tenaga ahli bupati, para sekretaris dinas, camat, kepala bidang, kepala puskesmas, serta penanggung jawab atau PIC masing-masing OPD.

Pemkab Kolaka juga telah menyusun Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintah Digital Tahun 2025–2030 sebagai pijakan untuk memperkuat transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menghadirkan Tony Dwi Susanto, S.T., M.T., Ph.D., ahli tata kelola teknologi informasi yang juga merupakan bagian dari tim penyusunan kebijakan nasional pemerintah digital.

Kehadiran Tony diharapkan memberikan penguatan terhadap pemahaman perangkat daerah mengenai tata kelola dan langkah yang diperlukan untuk membangun pemerintahan digital secara terpadu.

Akbar berharap forum koordinasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan mengenai teknologi dan aplikasi. Ia mendorong agar pertemuan tersebut menghasilkan langkah nyata serta memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjalankan transformasi digital.

Dengan demikian, digitalisasi di lingkungan Pemkab Kolaka diharapkan tidak hanya mengubah sarana pelayanan, tetapi juga cara pemerintah bekerja—dari pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri menuju sistem pemerintahan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPIP Paparkan Sederet Program CSR, dari Pengendalian Debu hingga Penanganan Sungai Oko-Oko

1 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Pomalaa dan Ujian Tata Kelola Industri Nikel

30 September 2026 - 16:19 WITA

APBD Kolaka 2026 Tembus Rp1,43 Triliun

23 September 2026 - 17:29 WITA

Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional

12 September 2026 - 09:46 WITA

Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra

10 September 2026 - 21:11 WITA

Trending di Headline