Menu ✖

Mode Gelap
Jejak Nikel di Pomalaa, Tanah Merah yang Tak Pernah Selesai Dibaca Zona Hitam di Tanah Merah: Industri Nikel, Ancaman Narkoba dan Perebutan Masa Depan Generasi Muda Nyamuk Hanya Butuh Genangan, Manusialah yang Menyediakannya Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra

Bisnis

PT Vale Indonesia Raih Penghargaan ESDM atas Respons Gempa NTT

badge-check


 PT Vale Indonesia Raih Penghargaan ESDM atas Respons Gempa NTT Perbesar

SIBERKITA.ID, JAKARTA — Respons cepat terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur membawa PT Vale Indonesia Tbk memperoleh penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Perusahaan dinilai berkontribusi dalam aksi kemanusiaan melalui Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Dalam daftar resmi Kementerian ESDM, PT Vale Indonesia termasuk penerima penghargaan kategori ”Bantuan Tanggap Darurat Turun ke Lapangan”.

Penghargaan diterima Corporate Health and Safety Vale Indonesia Otok Nugroho. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja bersama berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

”Di tengah bencana, yang paling penting adalah bagaimana kapasitas yang kita miliki dapat segera diterjemahkan menjadi dukungan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak,” kata Otok.

Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum keterlibatan Vale Indonesia dalam respons kebencanaan. Enam hari setelah bencana, tepatnya 21 Agustus, perusahaan menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Langkah itu menjadi bagian dari respons bersama antara pemerintah dan pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral. Di tengah situasi darurat, kebutuhan warga bukan hanya menyangkut logistik, tetapi juga keberlanjutan layanan dasar dan fasilitas vital.

Kementerian ESDM melalui program ESDM Siaga Bencana telah bergerak sejak 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa terjadi. Dukungan kemudian diperluas melalui pengerahan personel, logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan energi untuk menopang fasilitas vital di wilayah terdampak.

Pada akhir Agustus, Kementerian ESDM menyiapkan 48 unit generator set untuk fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak. Hingga 3 September 2026, sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara telah dikerahkan ke lapangan dengan dukungan Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak.

Otok menjelaskan, keterlibatan PT Vale dalam penanganan bencana tidak semata-mata dipandang sebagai penyaluran bantuan. Perusahaan menempatkan kemampuan mengenali risiko, mempersiapkan respons, dan membangun koordinasi sebagai bagian dari budaya keselamatan dan kesiapsiagaan.

”Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam setiap respons kebencanaan. Kolaborasi antarsemua pihak tersebut dapat membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Otok.

Menurutnya, pengalaman menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja juga dapat diterapkan ketika masyarakat menghadapi bencana. Kecepatan mengenali risiko dan mengambil tindakan menjadi penting agar dukungan dapat diberikan ketika paling dibutuhkan.

”Kemampuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan respons, serta berkolaborasi secara cepat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Kementerian ESDM menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat penanganan dampak bencana di NTT. Penghargaan diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Penyerahan penghargaan itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta surat Kementerian ESDM tertanggal 16 Agustus 2026 mengenai bantuan bencana gempa bumi di NTT.

Otok menambahkan, penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa kapasitas dunia usaha dapat menjadi bagian dari jejaring respons kebencanaan. Ketika bencana datang, kemampuan perusahaan tidak berhenti pada kegiatan operasional, tetapi dapat dialihkan menjadi dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keadaan darurat.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Vale Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba di Tengah Mobilitas Warga Oko-oko

1 Oktober 2026 - 21:15 WITA

IPIP Paparkan Sederet Program CSR, dari Pengendalian Debu hingga Penanganan Sungai Oko-Oko

1 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Program Pemberdayaan Masyarakat PT Vale Indonesia Raih Satu Platinum dan Dua Gold Awards ICA–ISDA 2026 

30 September 2026 - 12:55 WITA

Jejak Nikel di Pomalaa, Tanah Merah yang Tak Pernah Selesai Dibaca

30 September 2026 - 04:35 WITA

BIJIH YANG BERLAYAR: Dari tanah merah Pomalaa, bijih nikel mulai meninggalkan pesisir Sulawesi menuju Jepang pada akhir 1930-an. Pulau Maniang dan Pulau Lemo menjadi bagian dari awal kisah pertambangan ini, ketika nikel masih diangkut sebagai bijih mentah—tanpa industri pengolahan di tanah asalnya. Sekitar 150 ribu ton bijih tercatat dikapalkan pada 1938–1941, membuka babak panjang perjalanan nikel Pomalaa dari perut bumi menuju dunia. FOTO byChatGPT

Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan, ANTAM UBPN Kolaka Raih Gold Award lewat Budidaya Teripang

29 September 2026 - 14:27 WITA

Trending di Bisnis