Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Tahun 2025, PT Vale Catatkan Kenaikan Kinerja Produksi Nikel Matte Mencapai 72,027 Ton

badge-check


 Tahun 2025, PT Vale Catatkan Kenaikan Kinerja Produksi Nikel Matte Mencapai 72,027 Ton Perbesar

SIBERKITA.ID, JAKARTAPT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, kode saham IDX: INCO) hari ini mengumumkan hasil-hasil keuangan yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada 2025.

PT Vale mencatat kinerja operasional yang solid pada tahun 2025, dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton (“t”) sepanjang tahun. Hasil ini menunjukkan peningkatan yang positif dibandingkan 71.311 t yang dicapai pada 2024.

Secara triwulanan, produksi 4T25 tercatat sebesar 17.052 t, atau sekitar 12% lebih rendah dibandingkan 19.391 t pada 3T25, terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Dibandingkan dengan 4T24, ketika produksi mencapai 18.528 t, hasil produksi pada 4T25 tercatat sedikit lebih rendah, namun secara keseluruhan produksi sepanjang tahun tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Hasil ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam menjaga keandalan operasional dan mengelola produksi secara efisien sepanjang tahun.

Selain produksi utama nikel matte, PT Vale juga terus mencatat kemajuan dalam memperluas portofolio komersialnya tahun ini, termasuk melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi. Pada 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (“wmt”), dengan volume bulanan tertinggi pada Oktober sebesar 516.167 wmt.

Secara keseluruhan, Blok Bahodopi memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan bijih saprolit sepanjang tahun.

Mencerminkan kinerja operasional yang stabil serta peningkatan berkelanjutan dalam efisiensi produksi, pengiriman nikel matte PT Vale mencatat kenaikan yang moderat pada 2025,mencapai 73.093 t dibandingkan 72.625t pada 2024.

Hal ini mendukung Perseroan dalam mempertahankan EBITDA yang solid sebesar AS$228,2 juta sepanjang tahun, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Secara triwulanan, Perseroan membukukan EBITDA sebesar AS$61,9 juta, turun 17% dari triwulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya volume produksi.

Harga realisasi rata-rata nikel matte pada tahun 2025 tercatat sebesar AS$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan AS$13.086 per ton pada tahun sebelumnya. Meskipun berada dalam lingkungan harga yang lebih lemah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku pada Juli tahun lalu, serta volume pengiriman yang lebih tinggi, mendorong kenaikan total pendapatan Perseroan menjadi AS$990,2 juta – meningkat 4% dari AS$950,4 juta pada tahun 2024.

Secara triwulanan,p pndapatan mencapai AS$284,8 juta, naik 2% dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat. Hal ini menegaskan komitmen kuat Perseroan bersama para pemegang saham dalam menghadapi kondisi pasar yang menantang serta keyakinan terhadap prospek jangka panjang industri.

Dari sisi biaya, meskipun Perseroan melaksanakan pemeliharaan besar pada salah satu furnace, Perseroan berhasil mempertahankan unit biaya kas penjualan yang kompetitif sebesar AS$9.339 per ton pada tahun 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan AS$9.374 per ton pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan disiplin biaya yang kuat serta menghasilkan tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun dari sekitar AS$11.201 per ton pada tahun 2022.

Sementara itu, unit biaya kas penjualan untuk bisnis bijih nikel Perseroan tetap stabil pada kisaran AS$17–AS$19 per ton, termasuk biaya royalti dan logistik untuk bijih saprolit campuran. Angka ini mencerminkan bijih yang sepenuhnya bersumber dari blok Bahodopi, mengingat penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas pada kegiatan pengambilan bulk sampling test.

Aktivitas penambangan penuh di Pomalaa diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026. Sepanjang tahun, PT Vale membukukan laba bersih sebesar AS$76,1 juta, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, level produksi yang lebih kuat, serta pendekatan yang disiplin dalam efisiensi biaya.

Harga batubara disajikan dalam basis WMT (Wet Metric Ton) dan CFR (Cost & Freight) Pada 4T25, konsumsi HSFO, diesel, dan batu bara menurun sejalan dengan volume produksi yang lebih rendah, seiring dimulainya pembangunan kembali Furnace 3 oleh Perseroan sebagai upaya untuk menjaga kapasitas produksi di masa depan dan memastikan keselamatan operasional.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis