SIBERKITA.ID, JAKARTA — Syarifuddin Tundreng resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Selasa (18/8/2026). Kepemimpinan baru kampus ini diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab perubahan zaman dan kebutuhan pembangunan di daerah.
Pelantikan Syarifuddin menjadi bagian dari pengangkatan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri serta pejabat manajerial dan fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam pelantikan ini, Brian menegaskan perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan. Kampus dituntut mampu membaca perubahan, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia nyata, sekaligus menghasilkan riset yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia nyata, perluasan pembelajaran berbasis pengetahuan, serta riset diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional,” ujar Brian.
Ia menekankan tiga prinsip yang perlu menjadi landasan perguruan tinggi, yakni inklusif, adaptif, dan berdampak.
Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus mandat bagi kepemimpinan baru USN Kolaka. Sebagai perguruan tinggi negeri di Sulawesi Tenggara, USN memiliki posisi strategis untuk mempertemukan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.
Brian meminta para pimpinan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kampus juga didorong membangun budaya akademik yang sehat, menciptakan lingkungan pendidikan yang terbuka, serta mengembangkan talenta agar keberadaan perguruan tinggi tidak berhenti di ruang-ruang akademik.
Bagi USN Kolaka, arah tersebut membuka ruang bagi penguatan fungsi kampus sebagai pusat pengetahuan sekaligus mitra pembangunan daerah. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dituntut bergerak lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan dunia kerja.
Kepemimpinan Empat Tahun
Syarifuddin Tundreng akan memimpin USN Kolaka untuk periode 2026–2030. Pergantian kepemimpinan ini berlangsung dalam momentum ketika pemerintah tengah mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui agenda Diktisaintek Berdampak.
Brian meminta para pemimpin perguruan tinggi yang baru dilantik tidak hanya menjaga keberlangsungan program yang telah berjalan, tetapi juga menghadirkan pembaruan yang relevan dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
Menteri juga menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan perguruan tinggi pada periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.
Semangat tersebut, kata Brian, perlu diteruskan oleh kepemimpinan baru agar institusi pendidikan tinggi semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Karena pada akhirnya ukuran keberhasilan kita bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini, tetapi sejauh mana pekerjaan kita mampu memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Selain Syarifuddin, dalam pelantikan itu Brian mengangkat Irwan A sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh periode 2026–2030 dan Eko Suprianto sebagai Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia periode 2026–2030.
Sejumlah pejabat manajerial dan fungsional di lingkungan Kemdiktisaintek dan perguruan tinggi negeri juga dilantik dalam kesempatan yang sama.
Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Brian mengingatkan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam memperkuat tata kelola. Hambatan administratif perlu dipangkas, sementara pelaksanaan program harus semakin tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya berharap saudara dapat melakukan inovasi birokrasi, memangkas hambatan administratif, dan memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dengan akuntabilitas yang tinggi,” kata Brian.
Ia juga meminta pengawasan operasional diperkuat serta budaya kerja kolaboratif dan integritas dibangun secara konsisten.
Menurut Brian, perubahan yang berlangsung cepat menuntut organisasi untuk terus belajar. Lingkungan kerja di perguruan tinggi maupun birokrasi pendidikan tinggi, karena itu, harus menjadi ruang yang memungkinkan kolaborasi, pembelajaran, dan inovasi berkembang.
“Organisasi yang mampu belajar lebih cepat akan menjadi organisasi yang mampu bertahan dan memimpin,” ujarnya.
Pelantikan Syarifuddin Tundreng sekaligus menandai dimulainya periode baru kepemimpinan USN Kolaka. Empat tahun ke depan akan menjadi ruang bagi USN untuk menerjemahkan mandat pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak ke dalam kerja akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di titik itulah keberhasilan kepemimpinan baru USN tidak hanya akan diukur dari capaian internal kampus, tetapi juga dari seberapa jauh pengetahuan, talenta, dan riset yang lahir dari kampus tersebut mampu menjawab kebutuhan daerah dan memberi manfaat bagi masyarakat.(*)

































