Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

PT Vale Latih Dokter Kolaka Tangani Gawat Darurat Jantung

badge-check


 PT Vale Latih Dokter Kolaka Tangani Gawat Darurat Jantung Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kegawatdaruratan jantung di daerah terus diperkuat. PT Vale Indonesia Tbk melalui program Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) bagi 30 dokter se-Kabupaten Kolaka, 24–26 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di RS SMS Berjaya itu difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga medis dalam merespons kasus henti jantung dan kondisi kardiovaskular kritis secara cepat dan tepat. Pelatihan menghadirkan instruktur dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, yakni dr. Reynold Agustinus, dr. Putri Anggraeni Firdausyah, dan Tri Hadi Setiawan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada penguatan layanan kesehatan di wilayah operasional.

Senior Occupational Health and Hygiene Analyst PT Vale, dr. Aditya Hafria Vanani, mengatakan peningkatan jumlah pekerja di kawasan industri berimplikasi pada meningkatnya risiko penyakit, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti penyakit jantung.

“Semakin banyak pekerja, semakin besar juga risiko penyakit, khususnya penyakit jantung. Karena itu, kami membutuhkan tenaga medis di Kolaka dan sekitarnya yang benar-benar siap menangani masyarakat maupun pekerja kami,” ujar Aditya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi timbal balik antara perusahaan dan tenaga kesehatan di daerah. “Kami membantu dan berharap ke depan tenaga medis juga dapat mendukung ketika dibutuhkan,” katanya.

Head of Health, Safety, Environment and Risk (HSER) PT Vale, Riza Ganna, menilai pelatihan ACLS perlu berlanjut ke tahap yang lebih komprehensif. Menurut dia, peningkatan kapasitas tidak hanya berhenti pada dokter, tetapi juga perlu menyasar tenaga paramedis, seperti perawat.

“Kegiatan ini bukan yang pertama. Ke depan diharapkan ada tahap lanjutan, sehingga ada korelasi antara pelatihan dasar dan lanjutan. Dengan begitu, kesiapsiagaan di lapangan dapat dieksekusi dengan baik saat terjadi kondisi darurat,” ujar Riza.

Melalui pelatihan ini, PT Vale berharap terbentuk sistem respons medis yang lebih cepat dan terintegrasi di Kabupaten Kolaka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara perusahaan dan tenaga kesehatan setempat dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis