Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Bisnis

PT Vale Latih Dokter Kolaka Tangani Gawat Darurat Jantung

badge-check


 PT Vale Latih Dokter Kolaka Tangani Gawat Darurat Jantung Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kegawatdaruratan jantung di daerah terus diperkuat. PT Vale Indonesia Tbk melalui program Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) bagi 30 dokter se-Kabupaten Kolaka, 24–26 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di RS SMS Berjaya itu difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga medis dalam merespons kasus henti jantung dan kondisi kardiovaskular kritis secara cepat dan tepat. Pelatihan menghadirkan instruktur dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, yakni dr. Reynold Agustinus, dr. Putri Anggraeni Firdausyah, dan Tri Hadi Setiawan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada penguatan layanan kesehatan di wilayah operasional.

Senior Occupational Health and Hygiene Analyst PT Vale, dr. Aditya Hafria Vanani, mengatakan peningkatan jumlah pekerja di kawasan industri berimplikasi pada meningkatnya risiko penyakit, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti penyakit jantung.

“Semakin banyak pekerja, semakin besar juga risiko penyakit, khususnya penyakit jantung. Karena itu, kami membutuhkan tenaga medis di Kolaka dan sekitarnya yang benar-benar siap menangani masyarakat maupun pekerja kami,” ujar Aditya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi timbal balik antara perusahaan dan tenaga kesehatan di daerah. “Kami membantu dan berharap ke depan tenaga medis juga dapat mendukung ketika dibutuhkan,” katanya.

Head of Health, Safety, Environment and Risk (HSER) PT Vale, Riza Ganna, menilai pelatihan ACLS perlu berlanjut ke tahap yang lebih komprehensif. Menurut dia, peningkatan kapasitas tidak hanya berhenti pada dokter, tetapi juga perlu menyasar tenaga paramedis, seperti perawat.

“Kegiatan ini bukan yang pertama. Ke depan diharapkan ada tahap lanjutan, sehingga ada korelasi antara pelatihan dasar dan lanjutan. Dengan begitu, kesiapsiagaan di lapangan dapat dieksekusi dengan baik saat terjadi kondisi darurat,” ujar Riza.

Melalui pelatihan ini, PT Vale berharap terbentuk sistem respons medis yang lebih cepat dan terintegrasi di Kabupaten Kolaka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara perusahaan dan tenaga kesehatan setempat dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Produksi Pulih, Laba PT Vale Melonjak; Hilirisasi Nikel Masuk Fase Penentu

30 Juli 2026 - 11:08 WITA

Pekan Raya ANTAM Jadi Etalase UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal Kolaka

29 Juli 2026 - 18:22 WITA

Wujudkan Semangat Tangguh dan Bertanggung Jawab, PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

27 Juli 2026 - 11:08 WITA

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 17:03 WITA

Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

24 Juli 2026 - 22:30 WITA

Trending di Bisnis