Menu ✖

Mode Gelap
Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari

Berita Terkini

PT Vale dan Huayou Sepakati Pembangunan Pabrik HPAL di Sorowako

badge-check


 PT Vale dan Huayou Sepakati Pembangunan Pabrik HPAL di Sorowako Perbesar

Laporan: Abdul Saban

 

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk kembali menyepakati kerjasama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company (Huayou) untuk mengembangkan smelter berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako, kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

CEO PT Vale Tbk, Febriany Eddy mengatakan kerjasama proyek pengembangan ini adalah salah satu bentuk realisasi komitmen pertambangan berkelanjutan dan strategi PT Vale dalam menunjang program pemerintah untuk membuat ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Kata dia, kerja sama kedua pihak telah dimulai awal tahun ini. Huayou sendiri telah melakukan studi kelayakan dan memberikan kesimpulan dengan hasil positif. Dengan demikian, maka VALE dan Huayou sepakat untuk meningkatkan kerjasama dengan menandatangani The Heads of Agreement yang akan menjadi acuan untuk kesepakatan lebih lanjut yang ditandatangani di Jakarta,  Selasa (13/9/2022).

Menurut Febriany Eddy, pabrik HPAL baru ini akan mengolah bijih nikel limonit menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 60.000 ton produk nikel dalam MHP. MHP kemudian dapat diolah menjadi bahan untuk komponen baterai, misalnya untuk kendaraan listrik.

“Salah satu poin terpenting dari kerjasama ini adalah komitmen para pihak untuk mencapai netralitas karbon pada 2050 dan kesepakatan untuk bekerja sama dalam meminimalkan emisi karbon. Huayou akan berdiskusi lebih lanjut dengan PT Vale untuk mempelajari alternatif energi rendah karbon”, ujar Febriany dalam siaran persnya kepada SIBERKITA.COM.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Vale Tbk Deshnee Naidoo yang diwakili oleh Wakil Presiden Eksekutif Vale Base Metals mengatakan pihaknya senang dapat memperluas kerja sama kami dengan Huayou Cobalt dalam proyek yang begitu penting.

“Perjanjian kemitraan ini merupakan katalis lain untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dari sumber daya nikel kelas dunia Indonesia dan bersama dengan kemajuan terbaru pada fasilitas HPAL Pomalaa dan Proyek Blok Bahodopi, menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk melaksanakan proyek pertumbuhan berkelanjutan generasi berikutnya dengan dampak lingkungan yang minimal untuk kepentingan pemangku kepentingan lokal dan nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Chen Xuehua dari Huayou mengatakan bahwa kerja sama kami adalah kombinasi sempurna dari keunggulan sumber daya mineral Vale dan keunggulan teknologi High Pressure Acid Leaching Huayou Cobalt, untuk mencapai pengembangan sumber daya mineral rendah karbon, hijau, dan berkelanjutan.

“Kerja sama kami juga dapat memenangkan peluang pertumbuhan bagi kedua belah pihak, menambah kekuatan dan nilai bagi industri, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Vale Bangun Fire Shelter di Bungku Timur, Pangkas Jarak Respons Kebakaran

26 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Tegaskan Tata Kelola IGP Pomalaa

24 September 2026 - 09:31 WITA

Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari

21 September 2026 - 11:34 WITA

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Trending di Bisnis