Menu

Mode Gelap
Menjaga Peran Guru di Era AI, Riset Dosen USN Kolaka Dipresentasikan di Amsterdam Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa ASN Kolaka Kini Punya Kanal Pelaporan Praktik Korupsi yang Terlindungi DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih

Berita Terkini

PT Vale dan Huayou Sepakati Pembangunan Pabrik HPAL di Sorowako

badge-check


 PT Vale dan Huayou Sepakati Pembangunan Pabrik HPAL di Sorowako Perbesar

Laporan: Abdul Saban

 

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk kembali menyepakati kerjasama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company (Huayou) untuk mengembangkan smelter berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako, kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

CEO PT Vale Tbk, Febriany Eddy mengatakan kerjasama proyek pengembangan ini adalah salah satu bentuk realisasi komitmen pertambangan berkelanjutan dan strategi PT Vale dalam menunjang program pemerintah untuk membuat ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Kata dia, kerja sama kedua pihak telah dimulai awal tahun ini. Huayou sendiri telah melakukan studi kelayakan dan memberikan kesimpulan dengan hasil positif. Dengan demikian, maka VALE dan Huayou sepakat untuk meningkatkan kerjasama dengan menandatangani The Heads of Agreement yang akan menjadi acuan untuk kesepakatan lebih lanjut yang ditandatangani di Jakarta,  Selasa (13/9/2022).

Menurut Febriany Eddy, pabrik HPAL baru ini akan mengolah bijih nikel limonit menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 60.000 ton produk nikel dalam MHP. MHP kemudian dapat diolah menjadi bahan untuk komponen baterai, misalnya untuk kendaraan listrik.

“Salah satu poin terpenting dari kerjasama ini adalah komitmen para pihak untuk mencapai netralitas karbon pada 2050 dan kesepakatan untuk bekerja sama dalam meminimalkan emisi karbon. Huayou akan berdiskusi lebih lanjut dengan PT Vale untuk mempelajari alternatif energi rendah karbon”, ujar Febriany dalam siaran persnya kepada SIBERKITA.COM.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Vale Tbk Deshnee Naidoo yang diwakili oleh Wakil Presiden Eksekutif Vale Base Metals mengatakan pihaknya senang dapat memperluas kerja sama kami dengan Huayou Cobalt dalam proyek yang begitu penting.

“Perjanjian kemitraan ini merupakan katalis lain untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dari sumber daya nikel kelas dunia Indonesia dan bersama dengan kemajuan terbaru pada fasilitas HPAL Pomalaa dan Proyek Blok Bahodopi, menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk melaksanakan proyek pertumbuhan berkelanjutan generasi berikutnya dengan dampak lingkungan yang minimal untuk kepentingan pemangku kepentingan lokal dan nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Chen Xuehua dari Huayou mengatakan bahwa kerja sama kami adalah kombinasi sempurna dari keunggulan sumber daya mineral Vale dan keunggulan teknologi High Pressure Acid Leaching Huayou Cobalt, untuk mencapai pengembangan sumber daya mineral rendah karbon, hijau, dan berkelanjutan.

“Kerja sama kami juga dapat memenangkan peluang pertumbuhan bagi kedua belah pihak, menambah kekuatan dan nilai bagi industri, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dorong Generasi Peduli Lingkungan, PT Vale Edukasi Praktik Green Mining Lewat Nursery Tanggetada

30 Juni 2026 - 20:23 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 15:27 WITA

Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa

25 Juni 2026 - 15:19 WITA

Program Promosi Kesehatan di Pomalaa, PT Vale Ajak Warga Pesouha Perang Melawan DBD

25 Juni 2026 - 14:50 WITA

ANTAM Raih Penghargaan Terbaik II Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara

24 Juni 2026 - 23:54 WITA

Trending di Bisnis