Menu

Mode Gelap
Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka Dari Laboratorium USN Kolaka, Asa Pendidikan Unggul Diuji Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor, Nur Ihsan Kembali Menapaki Jalan Pengabdian untuk USN Kolaka Nilai KLA Anjlok: Pemda Kolaka Kebut Perbaikan Data Instrumen Penilaian Evaluasi Mandiri Tahun Ini 

Bisnis

Penguatan Rantai Pasok Global, PT Vale IGP Pomalaa Catat Penjualan Perdana Bijih Nikel

badge-check


 Penguatan Rantai Pasok Global, PT Vale IGP Pomalaa Catat Penjualan Perdana Bijih Nikel Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Sebuah Perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Lebih dari sekadar milestone operasional, penjualan perdana ini merupakan langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Nikel merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi. Seiring percepatan elektrifikasi global dan transisi energi, permintaan terhadap nikel diproyeksikan terus meningkat dalam dekade mendatang.

Indonesia sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, memainkan peran strategis dalam ekosistem tersebut. IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.

Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, memberikan fleksibilitas inventori yang signifikan serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.

Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, menyampaikan, “Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal. Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan,” ucapnya.

Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku,ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas,dan kesiapan menuju fase produksi penuh.

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi ramp-up ini dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.

Dengan kapasitas penyimpanan 4 Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.

Progres Infrastruktur dan Efisiensi Modal Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk menjaga efisiensi dan capital discipline. Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen, menunjukkan eksekusi proyek yang on track.

Sementara itu, pembangunan Main Haul Road (MHR) to stockpile telah mencapai 40 persen. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi material dari area tambang menuju fasilitas pengolahan dan pelabuhan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas hauling dan menurunkan potensi logistics bottleneck.

Perkembangan ini memperkuat profil capital efficiency proyek serta meningkatkan visibilitas arus kas jangka menengah dan panjang.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi nasional hilirisasi, yang mendorong pengolahan domestik dan integrasi industri dari hulu ke hilir guna menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi di dalam negeri.

Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale terus berkomitmen menghadirkan pertumbuhan industri nikel yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia

3 Mei 2026 - 12:40 WITA

Menavigasi Tantangan, Menghadirkan Dampak: Perjalanan ESG PT Vale Menguat pada 2025

1 Mei 2026 - 15:19 WITA

Professional Assessment Ceria Wolo Gaungkan REHAT di Babarina

1 Mei 2026 - 14:15 WITA

Kinerja Solid di Tengah Tekanan Produksi, PT Vale Bukukan Lonjakan Laba Triwulan Pertama

29 April 2026 - 19:53 WITA

Dorong Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat Morowali, PT Vale Gelar Service Excellence Improvement Program

28 April 2026 - 16:29 WITA

Trending di Bisnis