SIBERKITA.ID, KOLAKA – PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka kembali menghadirkan Pekan Raya ANTAM 2026 sebagai ruang temu antara pelaku usaha, pemerintah, dunia perbankan, dan masyarakat. Ajang yang berlangsung di Panggung Terbuka Pomalaa (PATEPO) pada 26 Juli–2 Agustus 2026 itu bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan instrumen perusahaan dalam memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Sebanyak 49 pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah mitra usaha dan lembaga perbankan yang beroperasi di Kabupaten Kolaka. Selama sepekan, mereka memperoleh kesempatan mempromosikan produk kepada ribuan pengunjung melalui pameran yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya, edukasi masyarakat, lomba anak, hingga hiburan.
Pembukaan Pekan Raya ANTAM diawali dengan jalan santai yang dirangkaikan aksi memungut sampah di sepanjang rute kegiatan. Pendekatan itu memperlihatkan upaya perusahaan menggabungkan aktivitas ekonomi dengan kampanye kepedulian terhadap lingkungan.
General Manager PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Andik Yudiarto, mengatakan Pekan Raya ANTAM dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kepentingan perusahaan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Pekan Raya ANTAM kami hadirkan sebagai ruang bersama untuk mempererat hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam membantu UMKM lokal memperluas pasar, memperkenalkan produk unggulan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Andik.
Menurut dia, keterlibatan UMKM dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama baru, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat kapasitas usaha dalam jangka panjang.
Strategi tersebut sejalan dengan arah program tanggung jawab sosial ANTAM yang dalam beberapa tahun terakhir lebih menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, ANTAM UBP Nikel Kolaka menggandeng Universitas Halu Oleo untuk mendampingi pelaku usaha toko kelontong melalui pelatihan manajemen keuangan. Program itu dilaporkan berhasil meningkatkan keuntungan sebagian peserta hingga melampaui target yang ditetapkan perusahaan.
Komitmen itu juga diwujudkan melalui pengembangan kapasitas UMKM berbasis potensi lokal. Pada Juni 2026, ANTAM bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyelenggarakan pelatihan pengembangan Kain Mantik dan kerajinan tali rajut guna meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi pelaku usaha, khususnya perempuan.
Rangkaian program tersebut menunjukkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga penguatan kompetensi pelaku usaha. Pendekatan serupa menjadi bagian dari strategi keberlanjutan ANTAM dalam menciptakan nilai tambah ekonomi di wilayah operasional perusahaan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan Pekan Raya ANTAM. Area PATEPO dipadati pengunjung yang memanfaatkan kesempatan menikmati berbagai pertunjukan sekaligus berburu produk lokal yang dipamerkan para pelaku UMKM.
Bagi ANTAM, penyelenggaraan Pekan Raya bukan semata menghidupkan aktivitas ekonomi selama beberapa hari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal yang inklusif. Di tengah meningkatnya tuntutan agar industri ekstraktif memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah, penguatan UMKM menjadi salah satu indikator bahwa investasi tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi di sektor pertambangan, tetapi juga menciptakan peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.(*)


































