Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Langkah Nyata PT Vale Atasi Stunting, Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Puskesmas Pomalaa

badge-check


 Langkah Nyata PT Vale Atasi Stunting, Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Puskesmas Pomalaa Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) yang menghadirkan layanan dokter spesialis langsung di Puskesmas Pomalaa, Senin (30/3), guna memperluas akses pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Program bertajuk ESG Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya. Inisiatif ini sekaligus selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-2 terkait penghapusan kelaparan dan perbaikan gizi.

Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman, mengatakan, kehadiran dokter spesialis di tingkat puskesmas memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif.

“Anak-anak bisa langsung diperiksa dokter spesialis. Ini penting untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan maupun penyakit,” ujarnya.

Selain memperluas akses, program ini juga memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan menjadi nilai tambah, mengingat selama ini pelayanan di puskesmas umumnya masih didominasi oleh dokter umum.

Dokter spesialis anak, dr. Apri, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan. Tim medis dijadwalkan melakukan empat kali kunjungan ke sejumlah puskesmas, termasuk Pomalaa, guna memastikan pemantauan kesehatan berjalan optimal.

“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ada beberapa kali kunjungan agar pemantauan bisa berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan, fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan stunting yang membutuhkan proses panjang dan konsistensi. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui pemantauan berkelanjutan sejak usia dini.

“Tidak bisa satu kali ukur langsung disebut stunting. Harus ada pemantauan terus-menerus, dari desa sampai kabupaten. Kuncinya ada di pemenuhan gizi sejak dini,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Pomalaa mengakui, kehadiran dokter spesialis sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Selama ini, pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan harus dirujuk ke rumah sakit di Kolaka.

“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Pelayanan sudah didekatkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang menjalani pemeriksaan dan menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional percepatan penurunan stunting yang dicanangkan pemerintah melalui penguatan layanan kesehatan primer dan intervensi spesifik pada kelompok rentan.

Program ini juga mendukung kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan, serta program percepatan penanganan stunting yang melibatkan sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

Pihak Puskesmas berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar dampaknya semakin terasa bagi masyarakat.

“Kalau bisa berlanjut, dampaknya pasti lebih terasa,” katanya.

Kolaborasi antara PT Vale, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kolaka, sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis