Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Nasional

Kementrian ATR/BPN RI Implementasikan Layanan Elektronik yang Cepat Transparan dan Efisien

badge-check


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Laporan: Abdul Saban 

SIBERKITA.ID, DEPOK – Pemerintah melalui Kementerian Agraria & Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kedepannya bakal memprioritaskan beberapa pekerjaan sesuai dengan asta cita presiden.

Di antaranya soal memantapkan sistem pertanahan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru hingga pemberantasan kemiskinan.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Agraria & Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan dalam gelaran Pekan Notaris 2025 Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Senin (3/2/2025).

“Sesuai kita nilai bersama, kegiatan ATR/BPN itu melayani masyarakat, sehingga kami berinovasi untuk menghadirkan layanan elektronik yang cepat, transparan, dan efisien,” ujar Ossy.

Menurutnya, implementasi layanan informasi elektronik memungkinkan para pemohon tidak perlu datang ke kantor pertanahan, sehingga mendukung terbentuknya zona integritas. Ossy mengatakan, layanan elektronik pertanahan saat ini diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan dunia usaha.

“Atas inovasi ini ATR/BPN memperoleh piagam penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari PAN RB, serta juga mengalami pertumbuhan jumlah permohonan layanan informasi pertanahan meningkat di tiap tahunnya sebanyak 50,6% sejak sebelum pandemi,” jelas Ossy melanjutkan.

Layanan elektronik prioritas cenderung naik tiap tahun. Pada tahun 2024 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dicapai sebesar Rp 3,061 Triliun. Per Februari 2024, 10 kantor pertanahan sudah mengimplementasikan penerbitan sertifikat elektronik. Sementara per Oktober 2024, seluruh kantor pertanahan sudah mengimplementasikan penerbitan sertifikat elektronik. Dari data yang disampaikan Ossy, saat ini sebanyak 3.437.073 sertifikat elektronik telah dikeluarkan oleh seluruh kantor pertanahan.

Manfaat sertifikat elektronik bagi internal kementerian antara lain mengurangi jumlah arsip analog yang terus bertambah akibat kegiatan pelayanan, meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan transparansi pelayanan pertanahan, serta memperkuat keamanan data. Selain itu, sertifikat elektronik juga membantu mempersempit ruang gerak mafia pertanahan dan berperan dalam mitigasi bencana alam.

Bagi masyarakat, manfaatnya mencakup pengurangan kewajiban untuk datang ke kantor pertanahan, yang dapat memangkas antrian hingga 80 persen dan menghilangkan risiko kehilangan sertifikat. Selain itu, sertifikat elektronik menjamin keaslian dokumen, memudahkan akses terhadap sertipikat dan informasi pertanahan, serta memastikan keabsahan dokumen melalui pencetakan dengan secure paper.

“Banyak kekhawatiran masyarakat soal tidak akan dapat lagi lembar sertifikat fisik. Itu tidak benar. Selain mendapatkan soft file dari sistem, masyarakat juga akan dapat sertifikat secara fisik,” tegas Ossy.

Dia memastikan penerapan sertifikat elektronik tidak akan merubah peran Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT). Peran PPAT yang sebelumnya dilakukan secara manual, ke depannya akan dilakukan secara elektronik.

“Transformasi digital bukan hanya sebuah pilihan tetapi keharusan untuk menciptakan layanan hukum yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Direktur Perdata Kementerian Hukum, Henry Sulaiman dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan bahwa di era digital ini, notaris dan PPAT tidak hanya berperan sebagai penjaga hukum, tetapi juga sebagai agen perubahan yang harus siap menghadapi tantangan zaman dengan inovasi dan integritas.

”Dengan sistem yang semakin modern, diharapkan proses administrasi pertanahan menjadi lebih transparan, efisien, dan aman bagi seluruh pihak,” ucapnya.(ADV)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

18 September 2026 - 16:48 WITA

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

17 September 2026 - 14:52 WITA

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

17 September 2026 - 14:50 WITA

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

17 September 2026 - 14:48 WITA

Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

16 September 2026 - 12:41 WITA

Trending di Nasional