Menu

Mode Gelap
Menjaga Peran Guru di Era AI, Riset Dosen USN Kolaka Dipresentasikan di Amsterdam Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa ASN Kolaka Kini Punya Kanal Pelaporan Praktik Korupsi yang Terlindungi DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih

Headline

Kasus Covid Semakin Tinggi, Kolaka Belum Terapkan PPKM Darurat

badge-check


 Kasus Covid Semakin Tinggi, Kolaka Belum Terapkan PPKM Darurat Perbesar

Ilustrasi; penyekatan wilayah perbatasan kabupaten Kolaka dan Bombana pada masa awal pandemi Covid

SIBERKITA.COM, KOLAKA–Meski dalam beberapa hari terakhir kasus baru Covid-19 menunjukkan trend peningkatan, Pemda Kolaka belum akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Itu karena secara umum laju pertambahan kasus baru di kabupaten Kolaka cenderung fluktuatif dan tidak berskala luas, atau tidak merata.

Meski demikian Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kolaka dr Muhammad Aris memastikan PPKM berskala mikro dalam praktiknya  sebenarnya sudah mulai  diberlakukan sejak beberapa waktu lalu, terutama jika terjadi lonjakan yang signifikan.

“Skala mikro sebenarnya sudah  diterapkan apalagi kalau ada kecenderungan meningkat, itu dilakukan secara terbatas di tingkat kecamatan, desa, dusun, atau lingkungan. Tergantung jumlah kasus dan penyebarannya,” ungkap Aris.

Diakui Aris, pertambahan kasus baru di kabupaten Kolaka dalam beberapa pekan terakhir memang cenderung tinggi.

Bahkan jika mengacu pada petunjuk teknis yang mengatur penentuan tingkat keparahan; kabupaten Kolaka justru pernah berada pada level 3 (kritis) atau setingkat di bawah darurat.

Namun berdasarkan hasil rapat terakhir dengan pihak terkait, akhirnya diputuskan pembatasan hanya diberlakukan secara mikro atau per wilayah seperti kecamatan, desa/dusun atau lingkungan.

“Kemarin itu kita bertambah sampai 38 kasus baru, itu tinggi sekali, tapi masih di bawah kota besar lain seperti Jakarta atau Kendari,” jelas pria yang juga Ketua IDI Kabupaten Kolaka itu.

Terkait faktor pemicu tingginya pertumbuhan kasus covid baru, Aris memastikan salah satunya disebabkan mobilitas masyarakat dari luar menuju kabupaten Kolaka.

Untuk diketahui, hingga Selasa (27/7/2021) lalu jumlah orang dengan positif Covid-19 di Kabupaten Kolaka mencapai 822 kasus dengan angka kematian mencapai 20 orang.

Dari kasus baru sebanyak itu, beberapa penderita yang berhasil terdeteksi justru merupakan warga dari luar kabupaten Kolaka.

Dari data pertumbuhan kasus baru, kecamatan Kolaka dan kecamatan Pomalaa selalu menjadi penyumbang kasus covid tertinggi di kabupaten  Kolaka. (eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjaga Peran Guru di Era AI, Riset Dosen USN Kolaka Dipresentasikan di Amsterdam

27 Juni 2026 - 03:10 WITA

Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa

25 Juni 2026 - 15:19 WITA

ASN Kolaka Kini Punya Kanal Pelaporan Praktik Korupsi yang Terlindungi

24 Juni 2026 - 16:15 WITA

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.
Trending di Headline