Menu ✖

Mode Gelap
Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari

Headline

Kasus Covid Semakin Tinggi, Kolaka Belum Terapkan PPKM Darurat

badge-check


 Kasus Covid Semakin Tinggi, Kolaka Belum Terapkan PPKM Darurat Perbesar

Ilustrasi; penyekatan wilayah perbatasan kabupaten Kolaka dan Bombana pada masa awal pandemi Covid

SIBERKITA.COM, KOLAKA–Meski dalam beberapa hari terakhir kasus baru Covid-19 menunjukkan trend peningkatan, Pemda Kolaka belum akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Itu karena secara umum laju pertambahan kasus baru di kabupaten Kolaka cenderung fluktuatif dan tidak berskala luas, atau tidak merata.

Meski demikian Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kolaka dr Muhammad Aris memastikan PPKM berskala mikro dalam praktiknya  sebenarnya sudah mulai  diberlakukan sejak beberapa waktu lalu, terutama jika terjadi lonjakan yang signifikan.

“Skala mikro sebenarnya sudah  diterapkan apalagi kalau ada kecenderungan meningkat, itu dilakukan secara terbatas di tingkat kecamatan, desa, dusun, atau lingkungan. Tergantung jumlah kasus dan penyebarannya,” ungkap Aris.

Diakui Aris, pertambahan kasus baru di kabupaten Kolaka dalam beberapa pekan terakhir memang cenderung tinggi.

Bahkan jika mengacu pada petunjuk teknis yang mengatur penentuan tingkat keparahan; kabupaten Kolaka justru pernah berada pada level 3 (kritis) atau setingkat di bawah darurat.

Namun berdasarkan hasil rapat terakhir dengan pihak terkait, akhirnya diputuskan pembatasan hanya diberlakukan secara mikro atau per wilayah seperti kecamatan, desa/dusun atau lingkungan.

“Kemarin itu kita bertambah sampai 38 kasus baru, itu tinggi sekali, tapi masih di bawah kota besar lain seperti Jakarta atau Kendari,” jelas pria yang juga Ketua IDI Kabupaten Kolaka itu.

Terkait faktor pemicu tingginya pertumbuhan kasus covid baru, Aris memastikan salah satunya disebabkan mobilitas masyarakat dari luar menuju kabupaten Kolaka.

Untuk diketahui, hingga Selasa (27/7/2021) lalu jumlah orang dengan positif Covid-19 di Kabupaten Kolaka mencapai 822 kasus dengan angka kematian mencapai 20 orang.

Dari kasus baru sebanyak itu, beberapa penderita yang berhasil terdeteksi justru merupakan warga dari luar kabupaten Kolaka.

Dari data pertumbuhan kasus baru, kecamatan Kolaka dan kecamatan Pomalaa selalu menjadi penyumbang kasus covid tertinggi di kabupaten  Kolaka. (eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari

21 September 2026 - 11:34 WITA

Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional

12 September 2026 - 09:46 WITA

Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra

10 September 2026 - 21:11 WITA

Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka

24 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Syarifuddin Tundreng Resmi Pimpin USN Kolaka, Kampus Didorong Makin Adaptif dan Berdampak

18 Agustus 2026 - 13:30 WITA

Trending di Headline