Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Berita Terkini

Harga Material Bangunan Naik Signifikan, Penyelesaian Tugu Religi Labungkari Dipastikan Molor

badge-check


 Harga Material Bangunan Naik Signifikan, Penyelesaian Tugu Religi Labungkari Dipastikan Molor Perbesar

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI – Tugu religi di simpang lima Labungkari, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara yang sebelumnya direncanakan tuntas pembangunannya akhir 2021, dipastikan akan molor.

Molornya pembangunan tersebut lebih disebabkan harga material di pasaran yang merangkak naik selama masa pandemi Covid hingga melampaui Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelumnya.

Kepastian terlambatnya penyelesaian pembangunan tugu religi, yang nantinya akan menjadi icon kota Labungkari itu, dikemukakan kepala dinas Pekerjaan Umum Buton Tengah, Aminuddin.

“Rencana atau desain pembangunan tugu ini kan sejak 2 tahun lalu. Anggaran yang disiapkan itu 10 miliar, tetapi ternyata tidak cukup,” ungkap Aminuddin kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Dikatakan Aminuddin, jika membandingkan desain awal dan setelah dilakukan kalkulasi ulang ternyata RAB awal dan perhitungan terbaru mengalami banyak perubahan, seperti harga material besi yang mengalami kenaikan signifikan.

Desain tugu religi Labungkari

“Ini kan setelah kita hitung-hitung hasil desainnya sebenarnya tidak mencukupi. Apalagi ada kenaikan harga besi yang mencapai 30 persen sehingga tidak lagi mencukupi,” tambahnya.

Lebih jauh Aminuddin menjelaskan, setelah dilakukan rivew design oleh tim teknis akhirnya dapat diketahui kekurangan pekerjaan yang nantinya akan dilanjutkan.

“Jadi setelah direview desainnya kita kekurangan Rp 3 miliar dan rencananya akan dikerjakan pada APBD tahun 2022 nanti,” ujarnya.

Selain besi, bahan material bangunan lainnya seperti pasir juga menjadi alasan keterlambatan rampungnya tugu religi tersebut.

Menurut Aminuddin, pasir yang selama ini digunakan dalam berbagai proyek fisik di Buteng berasal dari sumber galian lokal. Namun sejak beberapa waktu lalu penambangan galian non mineral seperti pasir telah dilarang.

“Disini kan Pemda sudah melarang menggunakan pasir dalam daerah ini, makanya kita memesan pasir dari luar daerah yang harganya juga lumayan mahal bisa mencapai Rp 1,6 juta dimana rencana awalnya harga pasir itu dibawah dari angka Rp 1 juta,”

“Jadi untuk proses pembangunannya kemungkinan kelar 2022. Kita tidak bisa selesaikan dianggaran perubahan ini, sebab pasti kita akan berburu dengan waktu. Pekerjaan kontruksi ini beda dengan jalan, kira-kira seperti itu. Intinya pekerjaan mayornya kita sudah selesaikan tahun ini,” pungkasnya. (win).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN USN Kolaka Gandeng Warga Wujudkan Program Berbasis Kebutuhan Desa Pokurumba

22 Juli 2026 - 16:09 WITA

Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

3 Juli 2026 - 20:06 WITA

Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat, Bekali Masyarakat Hukum Adat Buton Selatan Soal Tahapan Sertipikasi

3 Juli 2026 - 19:58 WITA

DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

25 April 2026 - 13:01 WITA

Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka

21 April 2026 - 14:51 WITA

Trending di Headline