Menu ✖

Mode Gelap
Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu Penyidikan Perambahan Tanamalia Meluas, Gakkum Kehutanan Dalami Keterlibatan Ali Kamri Atasi Antrean BBM, Bupati Kolaka Pantau Distribusi dan Solar Bersubsidi

Headline

Gandeng KPL Wolo, PT Ceria Inisiasi Program Pengelolaan Sampah dengan Maggot

badge-check


 Gandeng KPL Wolo, PT Ceria Inisiasi Program Pengelolaan Sampah dengan Maggot Perbesar

Laporan: Abdul Saban 

SIBERKITA.ID, KOLAKA — PT Ceria Nugraha Indotama menggagas program pengelolaan sampah dengan Maggot yang melibatkan Kelompok Pemerhati Lingkungan (KPL) Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Implementasi program ini ditandai dengan penanda tanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara PT Ceria Nugraha Indotama dengan KPL Wolo di desa Pondre Waru, Senin (18/11/2024).

MoU tersebut menjadi tonggak awal pelaksanaan program rensa karung sample dan bank sampah sebagai pilot project pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat. Terlebih lagi, persoalan sampah selama ini menjadi masalah utama masyarkat Kecamatan Wolo.

Kepala Desa Pondre Waru, Edi Sul Dasir mengungkapkan bahwa persoalan sampah merupakan masalah serius masyarakatnya saat ini. Karena itu, dirinya menyambut baik MoU ini dengan harapan persoalan sampah bisa teratasi. Bahkan Kades mengaku siap mengeluarkan dana desa untuk membelikan kendaraan pengangkut sampah.

“Terima kasih kepada PT Ceria atas kerjasama ini. Kami berharap semua berjalan dengan baik,” harap Edi Sul Dasir.

Begitupun Sekretaris Kecamatan, Taslim Muthalib mengaku kalau persoalan sampah menjadi masalah serius, apalagi Kecamatan Wolo belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Dengan adanya MoU ini dengan KPL Wolo, sampah yang ada di masyarakat bisa disulap menjadi uang.

“Pemerintah Kecamatan sangat mendukung MoU ini. Tapi paling penting adalah Sumber Daya Manusia yang harus disiapkan,” kata Taslim Muthalib.

Sementara Direktur Operasional PT Ceria Nugraha Indotama, Yusram Rantesalu mengungkapkan bahwa MoU ini sangat bermanfaat dalam mensejahterakan masyarakat Wolo, sekaligus berharap nantinya masalah pengelolaan limbah organik nantinya akan menjadi kiblat di Kabupaten Kolaka, bahkan Indonesia.

“Sampah harus disentralisasikan, karena kalau mau di buang di TPA yang ada di Kolaka, itu sangat jauh,” katanya.

Dengan program rensa karung sample, bank sampah mandiri dan pengelolaan limbah organik dengan Maggot, menurut Yusran asas manfaatnya luar biasa, sebab itu dapat menghasilkan uang dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan lingkungan kehidupan masyarakat sekitar tambang menjadi lebih baik.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

ANTAM UBPN Kolaka Raih The Sustainable Spark Award 2026, Reklamasi 451 Hektare dan Pulihkan Ekosistem Lingkungan

3 November 2026 - 12:40 WITA

RSUD Wasasi Wasabenggali Beroperasi, Mendekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Pomalaa

2 November 2026 - 23:14 WITA

Bunda PAUD Sembilan Kecamatan Dikukuhkan, Kolaka Perkuat Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

2 November 2026 - 23:05 WITA

Trending di Kolaka