Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Dari Kelas ke TPS3R, PT Vale Ajak Siswa Morowali Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah

badge-check


 Dari Kelas ke TPS3R, PT Vale Ajak Siswa Morowali Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah Perbesar

SIBERKITA.ID, BUNGKU — Isu pengelolaan sampah semakin mendesak di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pendidikan sejak dini dinilai menjadi kunci membentuk perilaku ramah lingkungan generasi muda.

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, PT Vale Indonesia Tbk yang merupakan anggota holding pertambangan MIND ID menggelar program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur.

Program tersebut berfokus pada edukasi lingkungan melalui pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Materi disampaikan menggunakan pendekatan visual, demonstratif, dan interaktif agar mudah dipahami siswa.

Dalam sesi pembelajaran, siswa diajak memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya sebatas membuang pada tempatnya, tetapi mencakup proses pemilahan hingga pengolahan serta peran individu dalam mengurangi produksi sampah.

Belajar Langsung di Lapangan

Bagian paling menarik bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun PT Vale dan dikelola LPM Valone Jaya.

Di lokasi tersebut, siswa menyaksikan proses pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk pengayaan tanah, sementara sampah anorganik bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk didaur ulang.

Perhatian siswa juga tertuju pada demonstrasi budidaya maggot menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Metode ini mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai ekonomi.

Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti permainan edukatif pemilahan sampah, di mana mereka berkompetisi mengelompokkan jenis sampah dalam waktu tertentu.

Sekolah Apresiasi Pembelajaran Nyata

Kepala SMPN 2 Bahodopi, Misdar, menyebut kegiatan tersebut memberi pengalaman yang tidak diperoleh dari pembelajaran di kelas.

“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa kami, karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sampah harus dikelola. Anak-anak jadi lebih memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterima kasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerja sama yang terus terjalin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi siswanya. “Anak-anak kami melihat langsung proses pengolahan sampah membuat mereka lebih peduli,” katanya.

Bagian dari Strategi Keberlanjutan

Environment Engineer PT Vale, Nur Rasyidah Lacinu, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian strategi keberlanjutan perusahaan di bidang pendidikan lingkungan dan ekonomi sirkular.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. HPSN menjadi momentum penting untuk menguatkan edukasi langsung kepada siswa,” ujarnya.

Perusahaan berharap kegiatan ini mendorong lahirnya inisiatif lanjutan di sekolah, seperti bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah bersama masyarakat.

PT Vale meyakini perubahan berkelanjutan dimulai dari sekolah, lalu meluas ke rumah dan lingkungan sekitar. Dengan pengalaman langsung yang diperoleh, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis