Menu

Mode Gelap
MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional

Bisnis

Dari Kelas ke TPS3R, PT Vale Ajak Siswa Morowali Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah

badge-check


 Dari Kelas ke TPS3R, PT Vale Ajak Siswa Morowali Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah Perbesar

SIBERKITA.ID, BUNGKU — Isu pengelolaan sampah semakin mendesak di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pendidikan sejak dini dinilai menjadi kunci membentuk perilaku ramah lingkungan generasi muda.

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, PT Vale Indonesia Tbk yang merupakan anggota holding pertambangan MIND ID menggelar program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur.

Program tersebut berfokus pada edukasi lingkungan melalui pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Materi disampaikan menggunakan pendekatan visual, demonstratif, dan interaktif agar mudah dipahami siswa.

Dalam sesi pembelajaran, siswa diajak memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya sebatas membuang pada tempatnya, tetapi mencakup proses pemilahan hingga pengolahan serta peran individu dalam mengurangi produksi sampah.

Belajar Langsung di Lapangan

Bagian paling menarik bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun PT Vale dan dikelola LPM Valone Jaya.

Di lokasi tersebut, siswa menyaksikan proses pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk pengayaan tanah, sementara sampah anorganik bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk didaur ulang.

Perhatian siswa juga tertuju pada demonstrasi budidaya maggot menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Metode ini mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai ekonomi.

Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti permainan edukatif pemilahan sampah, di mana mereka berkompetisi mengelompokkan jenis sampah dalam waktu tertentu.

Sekolah Apresiasi Pembelajaran Nyata

Kepala SMPN 2 Bahodopi, Misdar, menyebut kegiatan tersebut memberi pengalaman yang tidak diperoleh dari pembelajaran di kelas.

“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa kami, karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sampah harus dikelola. Anak-anak jadi lebih memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterima kasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerja sama yang terus terjalin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi siswanya. “Anak-anak kami melihat langsung proses pengolahan sampah membuat mereka lebih peduli,” katanya.

Bagian dari Strategi Keberlanjutan

Environment Engineer PT Vale, Nur Rasyidah Lacinu, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian strategi keberlanjutan perusahaan di bidang pendidikan lingkungan dan ekonomi sirkular.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. HPSN menjadi momentum penting untuk menguatkan edukasi langsung kepada siswa,” ujarnya.

Perusahaan berharap kegiatan ini mendorong lahirnya inisiatif lanjutan di sekolah, seperti bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah bersama masyarakat.

PT Vale meyakini perubahan berkelanjutan dimulai dari sekolah, lalu meluas ke rumah dan lingkungan sekitar. Dengan pengalaman langsung yang diperoleh, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

5 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Produksi Pulih, Laba PT Vale Melonjak; Hilirisasi Nikel Masuk Fase Penentu

30 Juli 2026 - 11:08 WITA

Pekan Raya ANTAM Jadi Etalase UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal Kolaka

29 Juli 2026 - 18:22 WITA

Wujudkan Semangat Tangguh dan Bertanggung Jawab, PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

27 Juli 2026 - 11:08 WITA

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 17:03 WITA

Trending di Bisnis