Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

Buka Puasa Bersama, ANTAM UBPN Kolaka Salurkan Tali Asih ke Pondok Pesantren dan Panti Asuhan

badge-check

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka menggelar buka puasa bersama jajaran manajemen dan karyawannya di pelataran Masjid Nurul Iman Pomalaa, Jumat 16/3/2024).

Buka puasa bersama ini dihadiri langsung oleh Direktur Operasi PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Hartono yang dirangkaikan dengan penyerahan tali asih kepada satu panti asuhan serta tiga pondok pesantren yang ada di Kolaka.

Direktur Operasi PT ANTAM Tbk, Hartono menjelaskan kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan momentum yang sangat krusial bagi ANTAM untuk menguatkan tali silaturahmi antar karyawan dengan manajemen guna memperat kebersamaan cita-cita dalam meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan silaturahmi antar karyawan dengan manajemen sangat penting untuk menjaga kekompakan dalam memenuhi tantangan yang ada. Terlebih lagi, kondisi ANTAM yang saat ini masih merugi akibat anjloknya nilai jual nikel di pasar dunia.

“Kondisi ANTAM sampai awal Maret 2024 dalam keadaan tidak baik, tidak menguntungkan atau merugi. Karena sejak Januari hingga Februari belum menjual, tapi mengeluarkan biaya kebutuhan, baik gaji pegawai dan pembelian material,” jelas Hartono.

Kata dia, kondisi ini juga dialami semua perusahaan-perusahaan nikel dunia. Diantaranya, pabrik nikel Australia kini ditutup, karena tekanan harga pasar yang tidak menguntungkan.

“Khusus Pomalaa, hingga akhir Februari, Pomalaa masih rugi antara Rp250 Milyar sampai Rp300 Milyar. Ini karena harga nikel anjlok dibanding 2023, harga feronikel turun bebas dan ini juga dialami semua perusahaan pabrik nikel dunia,” tambahnya.

Dengan kondisi ini, lanjut Hartono, silaturahmi menjadi hal yang sangat penting antar karyawan dan manejemen perusahaan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis