Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

ANTAM Launching Program Pengolahan Sampah Terpadu di Pomalaa

badge-check


 ANTAM Launching Program Pengolahan Sampah Terpadu di Pomalaa Perbesar

Laporan: Abdul Saban

 

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka melaunching program pengolahan sampah terpadu yang memfokuskan pada sampah Non B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) skala rumah tangga.

Business Support Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Ridho Anggoro menjelaskan, program tersebut menggandeng komunitas NAMPAH (Nabung Sampah) yang telah eksis mengimplementasikan program pengelolaan sampah yang terintegrasi secara digital di kabupaten Kolaka.

“Khusus di Pomalaa, ANTAM mengintervensi program ini pada wilayah kelurahan Pomalaa untuk tahap awal. Kita berharap, secara bertahap nanti, program ini dapat menjangkau desa dan kelurahan lain yang ada di kecamatan Pomalaa, utamanya kelurahan Dawi-dawi yang diprediksi memiliki volume sampah terbesar di kecamatan Pomalaa,” ujar Ridho Anggoro dalam sambutannya saat membuka acara sosialisasi Program Pemilahan Sampah Non B3 Rumah Tangga di pelataran lapangan Tenis PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, di Pomalaa, Selasa (25/7/2023).

Ikhtiar program tersebut, lanjut Ridho Anggoro, diawali oleh kepedulian ANTAM yang menilai tekanan volume sampah di kecamatan Pomalaa semakin meningkat, dari tahun ke tahun.

Terlebih lagi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Patioso milik Pemda Kolaka diperkirakan akan penuh dalam empat tahun mendatang. Di sisi lain, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang tersebar di beberapa titik di kecamatan Pomalaa dan Kolaka nyaris tak mampu menampung volume sampah yang kian hari makin meningkat.

“Kami berharap, ini merupakan pilot project untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah secara jangka panjang di kabupaten Kolaka yang diawali dari skala rumah tangga,” katanya.

Program pengelolaan sampah yang digagas ANTAM bersama Komunitas NAMPAH ini didesain dengan memberikan pendampingan kepada Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) Kelurahan Pomalaa. Secara bertahap Komunitas NAMPAH akan mendampingi proses pemilihan sampah dan kemudian dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di tempat yang sama, Camat Pomalaa, Mirdan Athar berharap, program ini bisa cepat menular ke wilayah lain di kecamatan Pomalaa sesegera mungkin, sehingga harapan untuk menjadikan kecamatan Pomalaa sebagai wilayah bersih dari sampah dapat segera terwujud.

Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah adalah budaya masyarakat itu sendiri untuk disiplin mengelola sampah sehingga memiliki nilai ekonomis.

“Ini menjadi tugas berat ibu rumah tangga untuk menekan volume sampah dimulai dari dapurnya. Ketika semua orang berpikir bahwa sampah dapat menghasilkan uang, maka budaya mengelola sampah sudah berhasil,” ujar Mirdan Athar.

Dia juga memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap komitmen ANTAM yang terus menerus mencetuskan program-program pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, seperti halnya program pengelolaan sampah yang tengah digagas saat ini.

Dia juga berharap, perusahaan-perusahaan tambang di kecamatan Pomalaa juga turut andil memberikan kontribusi untuk mendukung jalannya program tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Alfian Makmun menyatakan, volume sampah di kabupaten Kolaka telah mencapai 8 ribu ton per hari, ini khusus untuk kecamatan Kolaka dan Latambaga saja.

Dalam dua tahun terakhir, Pemda Kolaka telah berusaha mencari lahan untuk digunakan sebagai lokasi TPA, sayangnya belum ada yang cocok. Sehingga, dengan adanya gagasan program ini, dia berharap dapat mengurangi laju peningkatan volume sampah di kabupaten Kolaka.

Diketahui, program pengelolaan sampah tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh kelompok Kerja Sadar Lingkungan kelurahan Pomalaa. Kelompok ini berjumlah 23 orang yang terdiri dari anggota Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) UBPN Kolaka serta ibu PKK Kelurahan Pomalaa. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis