Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

ANTAM dan YARI Panen Udang Budidaya Vaname Sistem Bioflok di Desa Sopura

badge-check


 ANTAM dan YARI Panen Udang Budidaya Vaname Sistem Bioflok di Desa Sopura Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Yayasan Bahari (YARI) menggelar panen udang vaname hasil budidaya dengan sistem bioflok di desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawasi Tenggara (Sultra), Sabtu (27/5/2022).

Manajer CSR ANTAM UBPN Sultra, Maemanah mengatakan bahwa udang vaname tersebut merupakan salah satu sasaran program CSR ANTAM UBPN Sultra yang dilasanakan bersama YARI melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Kata dia, program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai tahun 2020, kemudian dilanjutkan phase program kedua, yakni tahun 2021 sampai tahun 2024.

Sementara itu, Koordinator Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir kerjasama YARI dan ANTAM, Abdul Wahab mengungkapkan, selain sebagai salah satu alat untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, pembuatan budidaya udang vaname dengan sistem bioflok ini juga bertujuan untuk melihat kuliatas air laut yang ada di pesisir kecamatan Pomalaa.

“Uji coba ini menjadi hal yang sangat penting untuk mengukur kualitas air laut di pesisir Pomalaa sebagai tolak ukur bagi YARI untuk melanjutkan program-program pemberydayaan lainnya di Pomalaa,” kata Wahab.

Wahad menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, selama ini petani tambah di pesisir Pomalaa selalu mengeluhkan banyaknya penyakit yang menyerang bibit budidaya mereka. Hal ini tidak lepas dari kondisi wilayah kecamatan Pomalaa yang dikepung oleh aktivitas pertambangan nikel, kemungkinan besar kualitas perairan pesisirnya juga akan tercemar.

“Untuk menguji hal ini, kami membuat program budidaya udang vaname sistem bioflok serta membandingkan hasilnya dengan udang yang dibudidaya oleh masyarakat secara konvensional. Dari hasil perbandingan ini diperoleh gambaran bahwa udang yang dibudidaya secara konvensional lebih rentan terhadap penyakit. Sedangkan udang yang dibudidaya dengan sistem bioflok dapat tumbuh secara sehat dan memiliki kualitas yang baik,” ujar Wahab.

Di tempat yang sama, Camat Pomalaa Mirdan Athar mengapresiasi gagasan ANTAM mengembangkan budidaya udang vaname sistem bioflok sebagai sasaran program CSR. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengenal budidaya tambak secara konvensional. Namun dengan program yang dilaksanakan bersama YARI itu dapat menambah pengetahun masyarakat tentang metode budidaya udang vaname yang lebih baik dan hasilnya juga jauh lebih menguntungkan, karena kualitasnya sangat baik.

Sistem bioflok ini sangat mudah diterapkan oleh masyarakat di kecamatan Pomalaa, karena metodenya sangat mudah dipahami. Selain itu, budidaya sisem bioflok juga dapat diaplikasikan meski di lahan yang sempit, serta kebutuhan akan air laut juga tidak terlalu besar.

“Terlebih lagi, usaha budidaya udang ini sudah menjadi mata pencaharian yang paling diminati masyarakat. Untuk itu, saya merekomendasikan kepada kepala desa dan kepala lurah agar dapat mensosialisasikan tehnik budidaya ini kepada masyarakat,” ujar Mirdan Athar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis