SIBERKITA.ID, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, perusahaan pertambangan nikel yang menjadi bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan menggelar rangkaian kegiatan inklusif bersama siswa SLB Negeri 1 Kolaka. Acara yang bertajuk “Bersama Wujudkan Inklusi dan Kesetaraan” ini diisi dengan penanaman pohon, senam bersama, serta berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang melibatkan siswa berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai Compassion (CARES) PT Vale, yang menekankan kepedulian terhadap komunitas, termasuk penyandang disabilitas seeta sejalan dengan Asta Cita keempat Pemerintah Indonesia, yaitu pengembangan sumber daya manusia dan kesetaraan.

Senior Manager Operation Readiness IGP Pomalaa, Agus Nunar Hikmawan menyatakan, nilai CARES mencakup Compassion (kepedulian terhadap karyawan, masyarakat, dan lingkungan), Accountability (akuntabilitas), Resilience (ketangguhan), Excellence (keunggulan), dan Sustainability (keberlanjutan jangka panjang). Nilai-nilai ini menjadi arah PT Vale dalam memberikan kontribusi positif bagi manusia dan lingkungan di sekitar wilayah operasinya.
“Kami ingin menunjukkan komitmen nyata PT Vale dalam mendukung inklusi dan kesetaraan bagi semua, terutama anak-anak berkebutuhan khusus. Ini bukan hanya seremonial, tapi langkah konkret untuk membangun masyarakat yang lebih ramah dan adil,” kata Agus Nunar Hikmawan, Sabtu (6/12/2025).
Dia memastikan, PT Vale menjunjung nilai Compassion sebagai kepedulian terhadap karyawan, masyarakat, dan lingkungan. Sembari mengatakan, kehadiran yang berlangsung di SLB Negeri 1 Kolaka ini adalah wujud dari nilai tersebut.
Tak hanya itu, dia menjelaskan bahwa desain infrastruktur dan fasilitas di area proyek PT Vale IGP Pomalaa juga telah mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas, meski saat ini masih berada dalam tahap konstruksi.
“Kaum disabilitas jangan berkecil hati. Ke depan, kami berupaya berkolaborasi dengan Pemkab Kolaka untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka. Harapannya, dengan kemampuan yang memadai, mereka dapat diberdayakan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kolaka, Alvian yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Vale. Ia menyebut kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan sekolah luar biasa sangat penting untuk memastikan hak-hak disabilitas terpenuhi.
“Kami juga telah mengalokasikan bantuan sosial dan anggaran untuk mendukung kesejahteraan penyandang disabilitas di Kolaka,” tambahnya.
Kata dia, peringatan Hari Disabilitas Sedunia adalah momentum untuk membangun masyarakat yang inklusif. menurutnya, inisiatif PT Vale ini sejalan dengan program Dinas Sosial terkait pembinaan dan pendampingan penyandang disabilitas, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Alfian menambahkan bahwa Pemkab Kolaka selama ini telah menyalurkan berbagai bantuan bagi penyandang disabilitas agar mereka dapat hidup setara dengan masyarakat lainnya.
“Dengan keberadaan PT Vale, kita berharap kolaborasi semakin kuat agar penyandang disabilitas di seluruh Kabupaten Kolaka mendapat perhatian dan dukungan yang memadai,” katanya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri 1 Kolaka, Ansarullah, menyampaikan apresiasi kepada PT Vale dan Dinas Sosial atas perayaan Hari Disabilitas Sedunia yang digelar di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya membekali siswa dengan keterampilan agar siap memasuki dunia kerja.
“SLB Negeri 1 Kolaka telah mencetak banyak alumni yang kami ikutsertakan dalam berbagai pelatihan keterampilan sesuai minat mereka, dan beberapa diantaranya sudah bekerja di perusahaan. Namun dengan kehadiran PT Vale di Kolaka, kami berharap alumni dan penyandang disabilitas diberi kesempatan yang lebih luas untuk bergabung sesuai dengan kompetensi dan keterampilan yang mereka miliki,” harapnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, penyerahan simbolis, dan janji untuk terus memperkuat sinergi antara PT Vale, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan setara bagi semua.(*)





























