Laporan: Abdul Saban
SIBERKITA.ID, KOLAKA – Kelompok Nuha Handicrat, sebuah UMKM binaan PT Vale Indonesia di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur mempekenalkan teduhu sebagai bahan baku pembuatan kerjanin anyaman.
Teduhu adalah batang tumbuhan jenis paku-pakuan, tanaman ini merambat di alam liar – oleh masyarat di kecamatan Nuha mengolah seratnya menjadi produk anyaman unik nan estetis.
Ketua Kelompok Nuha Handicraft, Yulianti menjelaskan, Teduhu awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh para pengrajin di desa tersebut. Mereka mendapati kalau isi dalam batang Teduhu memiliki serat kuat, tahan air dan panas, serta tampilan warna alami yang menarik.
Mereka menjadikan serat ini sebagai bahan baku pengganti daun pandan dan wiu yang lebih dulu digunakan namun kurang tahan lama.
“Teduhu biasanya dipakai mengikat karena kuat. Ternyata kalau dikupas, isi di dalamnya bisa tahan air dan tahan panas. Maka dipakailah sebagai pengganti daun pandan,” kata Yulianti kepada sejumlah wartawan peserta Media Visit PT Vale 2025, Minggu (27/7/2025).

Proses pengolahan serat Teduhu cukup unik. Batangnya dipanen setelah mencapai ukuran dua jengkal, lalu langsung dikupas tanpa perlu proses penjemuran seperti pada daun pandan.
“Begitu diambil harus langsung dikupas, karena kalau disimpan dulu bisa mengering dan jadi keras,” ujarnya.
Hanya bagian terdalam batang yang digunakan untuk menjaga kualitas serat. Isi batang Teduhu lalu diproses secara manual hingga menjadi bahan anyaman siap pakai.
Para pengrajin kemudian menganyam serta tanaman alami khas Sorowako itu menjadi kerajinan beragam model yang unik. Dengan mengandalkan teknik tradisional, mereka mengolah serat Teduhu menjadi berbagai produk seperti vas bunga, kotak penyimpanan, dan souvenir khas Sorowako.
”Inilah bedanya dengan daun pandan karena tidak butuh di rendam atau dikeringkan lebih dulu,” katanya.
Kelompok pengrajin anyaman ini kata dia, sekarang beranggotakan sekitar 15 orang dan di bawa binaan dan pendampingan PT.Vale yang sering memberikan pelatihan–pelatihan.
Apalagi anyaman Teduhu masuk dalam salah satu daftar UMKM unggulan binaan PT.Vale karena merupakan anyaman turun temurun dan sudah mulai banyak peminat meskipun masih dalam tahap lokal.
”Saat ini peminat anyaman Teduhu ini selain di minati masyarakat khususnya diKabupaten Luwu Timur juga dipasarkan melalui media online,” ungkap Yanti.

Sejumlah produk yang dihasilkan kini mulai dipasarkan secara online serta dipamerkan di galeri UMKM Kareso Anatowa. Galeri Kareso Anatowa merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) yang menjadi mitra binaan PT Vale Indonesia Tbk.
Meski produksi masih terbatas dan sebagian besar pengrajin berusia di atas 40 tahun, Nuha Handicraft kini mulai merekrut generasi muda untuk mempertahankan warisan kearifan lokal.
Sementara itu, Direktur Utama BUMDesma Anatoa Otolu Zulfikar Arna menjelaskan dari beberapa unit usaha UMKM Galeri Kareso Anatoa salah produk andalannya adalah anyaman dari batang pohon teduhu yang kini sudah mulai populer.
Selain itu kata dia ada 100 lebih produk UMKM lainnya juga berasal dari beberapa Desa dan Kelurahan di Kabupaten Luwu Timur dalam binaan PT.Vale seperti Kecamatan Malili,Nuha,Towuti dan Wasuponda yang selalu memberikan bimbingan dan support kepada pelaku usaha kecil menangah.
“Kita bersyukur selama empat tahun ini Galeri UMKM yang ada di Kecamatan Nuha di bimbing dan di bantu oleh PT.Vale guna mendukung pelaku usah kecil menengah,” katanya.
Kata dia, PT.Vale kata selalu memberikan pembinaan serta mendorong pelaku UMKM lokal untuk bersaing ditingkat Nasional sehingga beberapa produk andalan sering ditampilkan dalam pameran UMKM baik di skala regional maupun Nasional.
”Selain PT.Vale,Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga memberikan dukungan dan bimbingan serta pelatihan peningkatan bagi UMKM khususnya pemasaran produk,” ungkap Zulfikar.(*)





























