Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Berita Terkini

ANTAM Dukung Pengembangan Bisnis Pembuatan Roti Pomalaa

badge-check


 ANTAM Dukung Pengembangan Bisnis Pembuatan Roti Pomalaa Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka berkontribusi dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasinya, salah satunya memberikan bantuan peralatan usaha pembuatan roti Irma Bakery milik Saharuddin, warga desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Bantuan tersebut terdiri dari mesin pemanggang roti, mixer dan mesin pengembang roti yang diserahkan langsung oleh pengurus pusat Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT), Rini Acham Ardianto bersama pengurus PWAT UBPN Kolaka, dan jajaran CSR ANTAM UBPN Kolaka, di tempat pengolahan roti Irma Bakery, desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Selasa (7/11/2023).

Pengurus Pusat PWAT, Rini Achmad Ardianto didampingi Ketua PWAT UBPN Sultra, Hilda Nilus dan jajarannya secara simbolis menyerahkan bantuan satu set mesin pembuatan roti kepada Saharuddin, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, Selasa (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

Pengurus Pusat PWAT, Rini Achmad Ardianto didampingi Ketua PWAT UBPN Sultra, Hilda Nilus dan jajarannya secara simbolis menyerahkan bantuan satu set mesin pembuatan roti kepada Saharuddin, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, Selasa (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

“Kegiatan ini sesuai visi-misi PWAT, yakni turut berkontribusi terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. Kegiatan ini telah berlangsung lama. Dimana PWAT bekerjasam dengan CSR yang ada disetiap unit bisnis turut mengambil peran dalam bersinergi dengan mitra ANTAM membangun daerah,” ujar Rini Achmad Ardianto.

Dia membandingkan kondisi kecamatan Pomalaa saat ini dengan tingkat perekonomian sekitar 10 tahun silam. Dimana saat ini, daerah yang terkenal dengan daerah penghasil nikel ini sudah terlihat lebih maju, dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari efek domino terhadap kehadiran ANTAM di Pomalaa, serta kepedulian perusahaan tersebut dalam memfasilitasi dunia usaha untuk maju dan berkembang hingga seperti saat ini.

Dia juga mengapreasi keuletan yang dimiliki Saharuddin (30) dan Irmayana (27), pasangan suami isteri pemilik pengolahan roti Irma Bakery di desa Tambea. Menurutnya, keuletan dan kerjasama suami-isteri itu dalam merintis usahanya perlu dijadikan contoh dalam membangun perekonomian keluarga.

Ketua PWAT UBPN Kolaka, Hilda Nilus bersama jajarannya didampingi pengurus pusat PWAT secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pembuatan roti kepada Irmayani, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

Ketua PWAT UBPN Kolaka, Hilda Nilus bersama jajarannya didampingi pengurus pusat PWAT secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pembuatan roti kepada Irmayani, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

“Saya terkesan dengan semangat mereka untuk berbuat, dan tidak menyerah. Jadi suaminya itu berhenti dari pekerjaannya di perusahaan roti dan berusaha mandiri dengan menbangun usaha sediri. Jadi mereka bagus sekali kerjasamanya antara suami-isteri, saling menyokong,” ujarnya.

Dia juga berharap, dukungan ini tidak hanya sebatas pada pemberiaan fasilitas produksi. Tapi, kedepannya dapat disupport dengan bantuan modal usaha serta pengembangan manajemen pengelolaan usahanya.

Sementara itu, Saharuddin sebagai pemilik pengelolaan roti Irma Bakery mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan perlatan produksi pembuatan roti dari ANTAM. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu pengembangan usahanya, yang tadinya hanya bisa produksi 200 biji roti sehari karena keterbatasan alat, Namun dengan alat yang baru ini, dia optimis bisa menghasilkan 500 biji roti per hari.

Saharuddin memulai bisnis rotinya sejak tahun 2020 lalu, sejak dia berhenti sebagai sales roti di salah satu toko di kecamatan Pomalaa, pria asal desa Tambea ini memutuskan membangun usahanya sendiri dengan meminjam dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp25 juta sebagai modal awal.

Untuk memperdalam pengetahunnya tentang pembuatan roti, Saharuddin bersama isterinya bahkan sempat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan tepung dengan brand ternama, di Surabaya.

Berbekal ilmu pelatihan dan pengalamannya selama menjadi sales rati, Saharuddin kini memulai usahanya yang kini mengantarkannya sebagai pengusaha roti ternama di kabupaten Kolaka. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah

4 November 2026 - 22:23 WITA

Vale Indonesia Raih Apresiasi Ditjen Minerba atas Kontribusi PNBP

4 November 2026 - 18:51 WITA

Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa

4 November 2026 - 18:37 WITA

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

Trending di Kolaka