Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

ANTAM Dukung Pengembangan Bisnis Pembuatan Roti Pomalaa

badge-check


 ANTAM Dukung Pengembangan Bisnis Pembuatan Roti Pomalaa Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka berkontribusi dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasinya, salah satunya memberikan bantuan peralatan usaha pembuatan roti Irma Bakery milik Saharuddin, warga desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Bantuan tersebut terdiri dari mesin pemanggang roti, mixer dan mesin pengembang roti yang diserahkan langsung oleh pengurus pusat Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT), Rini Acham Ardianto bersama pengurus PWAT UBPN Kolaka, dan jajaran CSR ANTAM UBPN Kolaka, di tempat pengolahan roti Irma Bakery, desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Selasa (7/11/2023).

Pengurus Pusat PWAT, Rini Achmad Ardianto didampingi Ketua PWAT UBPN Sultra, Hilda Nilus dan jajarannya secara simbolis menyerahkan bantuan satu set mesin pembuatan roti kepada Saharuddin, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, Selasa (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

Pengurus Pusat PWAT, Rini Achmad Ardianto didampingi Ketua PWAT UBPN Sultra, Hilda Nilus dan jajarannya secara simbolis menyerahkan bantuan satu set mesin pembuatan roti kepada Saharuddin, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, Selasa (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

“Kegiatan ini sesuai visi-misi PWAT, yakni turut berkontribusi terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. Kegiatan ini telah berlangsung lama. Dimana PWAT bekerjasam dengan CSR yang ada disetiap unit bisnis turut mengambil peran dalam bersinergi dengan mitra ANTAM membangun daerah,” ujar Rini Achmad Ardianto.

Dia membandingkan kondisi kecamatan Pomalaa saat ini dengan tingkat perekonomian sekitar 10 tahun silam. Dimana saat ini, daerah yang terkenal dengan daerah penghasil nikel ini sudah terlihat lebih maju, dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari efek domino terhadap kehadiran ANTAM di Pomalaa, serta kepedulian perusahaan tersebut dalam memfasilitasi dunia usaha untuk maju dan berkembang hingga seperti saat ini.

Dia juga mengapreasi keuletan yang dimiliki Saharuddin (30) dan Irmayana (27), pasangan suami isteri pemilik pengolahan roti Irma Bakery di desa Tambea. Menurutnya, keuletan dan kerjasama suami-isteri itu dalam merintis usahanya perlu dijadikan contoh dalam membangun perekonomian keluarga.

Ketua PWAT UBPN Kolaka, Hilda Nilus bersama jajarannya didampingi pengurus pusat PWAT secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pembuatan roti kepada Irmayani, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

Ketua PWAT UBPN Kolaka, Hilda Nilus bersama jajarannya didampingi pengurus pusat PWAT secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pembuatan roti kepada Irmayani, pemilik Irma Bakery di desa Tambea, (7/11/2023). FOTO: Abdul Saban/SIBERKITA.COM

“Saya terkesan dengan semangat mereka untuk berbuat, dan tidak menyerah. Jadi suaminya itu berhenti dari pekerjaannya di perusahaan roti dan berusaha mandiri dengan menbangun usaha sediri. Jadi mereka bagus sekali kerjasamanya antara suami-isteri, saling menyokong,” ujarnya.

Dia juga berharap, dukungan ini tidak hanya sebatas pada pemberiaan fasilitas produksi. Tapi, kedepannya dapat disupport dengan bantuan modal usaha serta pengembangan manajemen pengelolaan usahanya.

Sementara itu, Saharuddin sebagai pemilik pengelolaan roti Irma Bakery mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan perlatan produksi pembuatan roti dari ANTAM. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu pengembangan usahanya, yang tadinya hanya bisa produksi 200 biji roti sehari karena keterbatasan alat, Namun dengan alat yang baru ini, dia optimis bisa menghasilkan 500 biji roti per hari.

Saharuddin memulai bisnis rotinya sejak tahun 2020 lalu, sejak dia berhenti sebagai sales roti di salah satu toko di kecamatan Pomalaa, pria asal desa Tambea ini memutuskan membangun usahanya sendiri dengan meminjam dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp25 juta sebagai modal awal.

Untuk memperdalam pengetahunnya tentang pembuatan roti, Saharuddin bersama isterinya bahkan sempat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan tepung dengan brand ternama, di Surabaya.

Berbekal ilmu pelatihan dan pengalamannya selama menjadi sales rati, Saharuddin kini memulai usahanya yang kini mengantarkannya sebagai pengusaha roti ternama di kabupaten Kolaka. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis