Menu

Mode Gelap
Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, Patonro Jadi Identitas 7.092 Pelari Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari

Berita Terkini

Tim Jelajah Kebangsaan PWI Eksplor Alam Jambi

badge-check


 Tim Jelajah Kebangsaan PWI Eksplor Alam Jambi Perbesar

SIBERKITA.COM, JAMBI – Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) yang terdiri dari Agus Blues Asianto, Yanni Krishnayanni, Indrawan Ibonk dan Sony Wibisono sudah menginjakkan roda motornya di Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi pada hari Senin (8/11/2021).

“Dan kami menginap di Homestay Nayla, untuk beristirahat,” kata Agus Blues Asianto.

Hari Selasa (9/11/2021) pagi sekitar pukul 08:00 Wib, Yanni Krishnayanni akan memulai pendakian tujuh gunung tertinggi di Indonesia yang masuk dalam program JKW-PWI.

Sebagai gunung pertama dari tujuh gunung tersebut, Yanni bersiap mendaki Gunung Kerinci.

“Nanti Yanni dipandu oleh seorang porter lokal bernama Andrean untuk mendaki gunung yang memiliki ketinggian sekitar 3805 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut.Red),” jelas Agus Blues Asianto.

Sementara menunggu Yanni mendaki yang diperkirakan sampai hari Kamis mendatang (11/11/2021), tiga rekan Yanni di Tim JKW-PWI akan melakukan eksplore wilayah di sekitar Gunung Kerinci sehubungan dengan laporan perjalanan Tim JKW-PWI, seperti memotret tempat pariwisata setempat atau fasilitas umum warga setempat.

“Laporan kami nanti akan kami bukukan seusainya tim kami kembali ke Jakarta,” tutur Agus Blues Asianto.

Sebelum mencari wilayah Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi ini, Agus Blues Asianto menceritakan perjalanannya yang dimulai pada hari Minggu, 7 November 2021. Tim berangkat dari penginapan Dadari, Ketahun (Bengkulu Utara) menuju ke Penginapan Aroma, Sungai Penuh, Jambi.

“Perjalanan dari Ketahun menuju Sungai Penuh, melintas hutan dengan di kanan kirinya tebing dan jurang, sempat menjumpai 4 tebing sejauh sekitar 200-an meter yang habis menutup badan jalan,” jelas Agus Blues Asianto.

Selain itu juga menurut Agus, ada banyak badan jalan yang longsor akibat tergerus air hujan.

“Sementara Tim JKW-PWI saat berada di dalam hutan di malam hari, dan motor hanya bisa dipacu paling maksimal 25km/jam. hal ini lantaran badan jalan tertutup tanah merah yang bercampur air hujan. Kalaupun ada keberuntungan, malam itu tidak dihadirkan hujan atau gerimis,” papar Agus.

Bagaimana cerita menarik perjalanan Tim JKW-PWI berikutnya? Yuk kita nantikan bersama.(AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RUU Pengaturan Reforma Agraria Disetujui Jadi Undang-Undang, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

22 September 2026 - 21:34 WITA

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal

22 September 2026 - 21:30 WITA

Pembahasan Tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna

22 September 2026 - 21:27 WITA

Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat

22 September 2026 - 21:25 WITA

Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja

22 September 2026 - 21:22 WITA

Trending di Nasional