Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Buton Tengah

Rumah Sakit di Buton Tengah Mengalami Krisis Oksigen, Masyarakat Diminta Waspada

badge-check


 dr Karyadi saat ditemui wartawan Perbesar

dr Karyadi saat ditemui wartawan

dr Karyadi saat ditemui wartawan

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI – Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dr. Karyadi mengungkapkan, sejak beberapa waktu terakhir mereka mengalami kekurangan oksigen.

Kelangkaan itu karena pihak ketiga yang selama ini selalu menyediakan kebutuhan oksigen sedang mengalami kendala teknis dalam penyaluran.

“Oksigen sementara kosong makanya rumah sakit saat ini hanya menerima pasien yang tidak membutuhkan oksigen,” ucap Kariadi saat dikonfirmasi sejumlah media usai mengikuti rapat perpanjangan PPKM mikro, Jumat (30/07/2021).

Krisis oksigen yang kini dihadapi pihaknya jelas Karyadi, tidak hanya terjadi di RSUD Buteng saja namun kondisi yang serupa juga dialami beberapa rumah sakit di sekitarnya.

“Sebulan terakhir ini kita kosong karena alat yang ada di Baubau rusak. Kan selama ini kita kerjasama dengan pihak ketiga yang ada di sana untuk pengisian itu,” tambahnya.

Karyadi berharap kepada seluruh masyarakat Buton Tengah sebisa mungkin selalu menerapkan Prokes agar terhindar dari penularan Covid mengingat kelangkaan oksigen yang tengah dihadapi rumah sakit.

“Kita perlu mengimbau masyarakat bahwa menjaga jarak, mencuci tangan serta memakai masker itu jauh lebih mudah dari pada kita menyediakan APD atau oksigen seperti ini kelangkaannya,”

“Oksigen ini kebutuhan mutlak. Kalau kita bisa berhitung kalkulasi untuk pasien covid utamanya yang sudah sesak sekali maka dia membutuhkan oksigen 15 liter permenit dan bisa menghabiskan 4 sampai 5 tabung jika dipakai dalam waktu 24 jam satu pasien. Itu bisa kita bayangkan jika masuk berapa pasien. Jadi kami harapkan warga untuk tetap menerapkan prokes,” pungkasnya. (win)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN USN Kolaka Gandeng Warga Wujudkan Program Berbasis Kebutuhan Desa Pokurumba

22 Juli 2026 - 16:09 WITA

Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

3 Juli 2026 - 20:06 WITA

Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat, Bekali Masyarakat Hukum Adat Buton Selatan Soal Tahapan Sertipikasi

3 Juli 2026 - 19:58 WITA

DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

25 April 2026 - 13:01 WITA

Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka

21 April 2026 - 14:51 WITA

Trending di Headline