Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Buton Tengah

Rumah Sakit di Buton Tengah Mengalami Krisis Oksigen, Masyarakat Diminta Waspada

badge-check


 dr Karyadi saat ditemui wartawan Perbesar

dr Karyadi saat ditemui wartawan

dr Karyadi saat ditemui wartawan

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI – Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dr. Karyadi mengungkapkan, sejak beberapa waktu terakhir mereka mengalami kekurangan oksigen.

Kelangkaan itu karena pihak ketiga yang selama ini selalu menyediakan kebutuhan oksigen sedang mengalami kendala teknis dalam penyaluran.

“Oksigen sementara kosong makanya rumah sakit saat ini hanya menerima pasien yang tidak membutuhkan oksigen,” ucap Kariadi saat dikonfirmasi sejumlah media usai mengikuti rapat perpanjangan PPKM mikro, Jumat (30/07/2021).

Krisis oksigen yang kini dihadapi pihaknya jelas Karyadi, tidak hanya terjadi di RSUD Buteng saja namun kondisi yang serupa juga dialami beberapa rumah sakit di sekitarnya.

“Sebulan terakhir ini kita kosong karena alat yang ada di Baubau rusak. Kan selama ini kita kerjasama dengan pihak ketiga yang ada di sana untuk pengisian itu,” tambahnya.

Karyadi berharap kepada seluruh masyarakat Buton Tengah sebisa mungkin selalu menerapkan Prokes agar terhindar dari penularan Covid mengingat kelangkaan oksigen yang tengah dihadapi rumah sakit.

“Kita perlu mengimbau masyarakat bahwa menjaga jarak, mencuci tangan serta memakai masker itu jauh lebih mudah dari pada kita menyediakan APD atau oksigen seperti ini kelangkaannya,”

“Oksigen ini kebutuhan mutlak. Kalau kita bisa berhitung kalkulasi untuk pasien covid utamanya yang sudah sesak sekali maka dia membutuhkan oksigen 15 liter permenit dan bisa menghabiskan 4 sampai 5 tabung jika dipakai dalam waktu 24 jam satu pasien. Itu bisa kita bayangkan jika masuk berapa pasien. Jadi kami harapkan warga untuk tetap menerapkan prokes,” pungkasnya. (win)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

25 April 2026 - 13:01 WITA

Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka

21 April 2026 - 14:51 WITA

Konferkab VI, Abdul Saban Kembali Pimpin PWI Kolaka

18 April 2026 - 17:09 WITA

Ungkap Kasus Sabu, Polres Bombana Amankan Dua Terduga

15 Januari 2026 - 09:37 WITA

Prestasi Baru RSBG Kolaka, Lakukan Empat Tindakan Operasi Pertama di Sultra

12 Januari 2026 - 12:47 WITA

Trending di Headline