Menu ✖

Mode Gelap
Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu Penyidikan Perambahan Tanamalia Meluas, Gakkum Kehutanan Dalami Keterlibatan Ali Kamri Atasi Antrean BBM, Bupati Kolaka Pantau Distribusi dan Solar Bersubsidi

Bisnis

PT Vale Buka Peluang Usaha Lokal dalam Rantai Pasok Proyek IGP Pomalaa

badge-check


 PT Vale Buka Peluang Usaha Lokal dalam Rantai Pasok Proyek IGP Pomalaa Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk memperluas pelibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Perusahaan menggelar sosialisasi prakualifikasi vendor lokal untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai persyaratan dan mekanisme pengadaan barang dan jasa proyek tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (29/10/2026), diikuti pelaku usaha dari lima kecamatan wilayah pemberdayaan IGP Pomalaa, yakni Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Kolaka.

Sosialisasi tersebut membahas tahapan pendaftaran, verifikasi dokumen, persyaratan administrasi dan legalitas perusahaan, kemampuan teknis, hingga standar keselamatan kerja yang harus dipenuhi calon vendor sebelum dapat mengikuti proses tender.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan, keterlibatan pengusaha lokal merupakan salah satu upaya agar keberadaan proyek dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurut dia, kesetaraan akses terhadap informasi pengadaan menjadi penting agar perusahaan daerah memiliki kesempatan mempersiapkan diri dan bersaing secara profesional.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses terhadap informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa,” kata Rifai.

Ia menambahkan, pengembangan kapasitas perusahaan lokal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan proyek, tetapi juga dengan pembentukan ekosistem usaha yang berkelanjutan di Kabupaten Kolaka.

Pelaku usaha daerah, menurut Rifai, perlu meningkatkan profesionalisme serta kemampuan memenuhi standar kualitas, keselamatan, dan tata kelola perusahaan agar mampu bersaing dalam proses pengadaan.

Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Vale Indonesia dengan pengurus asosiasi pengusaha sebelumnya. Pada kegiatan kali ini, perusahaan memperluas penyampaian informasi dengan melibatkan anggota dari sembilan asosiasi pengusaha lokal.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa kelulusan prakualifikasi bukan jaminan mendapatkan kontrak pekerjaan. Tahapan tersebut hanya menjadi pintu awal bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti tender sesuai kebutuhan dan ketentuan pengadaan proyek.

Penentuan pemenang tender tetap mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain kebutuhan bisnis, ruang lingkup pekerjaan, kemampuan teknis, keselamatan kerja, penawaran komersial, dan prinsip tata kelola perusahaan.

Pengusaha Lokal Berharap Ada Pendampingan

Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Mekongga (APBM) sekaligus Direktur PT Putra Mekongga Utama, Madi, menilai sosialisasi tersebut memberikan kejelasan bagi pengusaha daerah mengenai mekanisme untuk menjadi bagian dari rantai pasok IGP Pomalaa.

Ia mengatakan, prakualifikasi dapat menjadi kesempatan bagi kontraktor lokal untuk membenahi legalitas, meningkatkan kapasitas, dan mempersiapkan perusahaan sebelum mengikuti tender.

Madi berharap komunikasi antara perusahaan, asosiasi, dan pelaku usaha lokal terus diperkuat sehingga tercipta iklim usaha yang kondusif dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka.

Hal senada disampaikan anggota Asosiasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (ASKOJAPP) sekaligus Direktur PT Bija, Alfian. Ia mengapresiasi sosialisasi tersebut karena memberikan gambaran lebih jelas mengenai persyaratan dan tahapan pengadaan di lingkungan Vale Indonesia.

Namun, ia berharap kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian informasi. Pendampingan dan peningkatan kapasitas dinilai diperlukan agar semakin banyak perusahaan daerah mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kami berharap Vale Indonesia dapat terus memberikan pendampingan kepada pengusaha dan asosiasi lokal sehingga semakin banyak perusahaan daerah yang siap mengikuti proses pengadaan secara profesional dan kompetitif,” ujar Alfian.

Keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek berskala besar seperti IGP Pomalaa menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas dampak ekonomi investasi pertambangan. Selain membuka peluang pasar bagi perusahaan daerah, penguatan kapasitas vendor juga diperlukan agar manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani

1 November 2026 - 17:34 WITA

Vale Indonesia Dorong Kemandirian Petani Organik di Kolaka

1 November 2026 - 17:24 WITA

Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS

30 Oktober 2026 - 10:29 WITA

Vale Indonesia Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali untuk Perluas Pasar

28 Oktober 2026 - 16:57 WITA

Gakkum Kehutanan Tegaskan Pembukaan Lahan di Kawasan Hutan Wajib Berizin

28 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Trending di Berita Terkini