SIBERKITA.ID, JAKARTA — Pengembangan budidaya teripang berbasis masyarakat menjadi salah satu cara untuk mendorong ekonomi desa yang berkelanjutan. Melalui Program Mattirowalie Blue Hatchery Taripang, ANTAM UBP Nikel Kolaka meraih penghargaan kategori Gold dalam CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam rangkaian CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Program Mattirowalie Blue Hatchery Taripang dikembangkan dengan konsep ”Membangun Ekonomi Biru melalui Rumah Pemijahan dan Keseimbangan Budidaya Teripang”. Program tersebut diarahkan untuk memanfaatkan potensi sumber daya pesisir sekaligus membuka sumber penghidupan baru bagi masyarakat.
Blue Hatchery menjadi bagian penting dari pengembangan budidaya teripang, terutama melalui penyediaan benih, peningkatan kapasitas kelompok pembudidaya, penguatan tata kelola budidaya, dan pengembangan ekosistem usaha.
Pendekatan itu juga diarahkan untuk mendorong perubahan pola penghidupan masyarakat. Jika sebelumnya sebagian masyarakat bergantung pada hasil tangkapan alam, melalui program tersebut mereka didorong mengembangkan kegiatan budidaya yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Program Mattirowalie merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan ANTAM UBP Nikel Kolaka di sekitar wilayah operasi perusahaan, khususnya Desa Tambea. Pemberdayaan dikembangkan melalui sejumlah kegiatan ekonomi, seperti budidaya ayam, penggemukan sapi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah berupa toko kelontong, serta budidaya teripang.
Pengembangan Blue Hatchery Taripang menjadi salah satu inovasi dalam program tersebut. Selain memperkuat kapasitas produksi, keberadaan hatchery diharapkan dapat memperkuat kelompok usaha masyarakat dan menciptakan rantai nilai baru dari komoditas teripang.
General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka Andik Yudiarto mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.
”Melalui Program Mattirowalie Blue Hatchery Taripang, kami berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi sumber daya lokal secara produktif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Andik.
Menurut dia, pengembangan program ke depan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, kelompok pembudidaya, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan agar manfaat program tidak berhenti pada bantuan atau kegiatan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi masyarakat yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Ekonomi Biru
Budidaya teripang dalam Program Mattirowalie ditempatkan sebagai bagian dari pendekatan ekonomi biru. Konsep tersebut berupaya menghubungkan pemanfaatan sumber daya pesisir dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks Desa Tambea, pengembangan hatchery menjadi upaya membangun fondasi usaha dari hulu. Ketersediaan benih, keterampilan pembudidaya, tata kelola kelompok, hingga pengembangan pasar menjadi mata rantai yang perlu dibangun secara bersamaan.
ANTAM berharap model tersebut dapat mengintegrasikan empat aspek, yakni penguatan ekonomi masyarakat, kelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan ketahanan ekonomi desa.
Penghargaan kategori Gold dalam CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan dan pencapaian Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi ANTAM UBP Nikel Kolaka, keberlanjutan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga dari kemampuan kelompok penerima manfaat untuk mengelola potensi lokal secara mandiri.
Melalui pendekatan tersebut, budidaya teripang diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan bagi masyarakat pesisir, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang memberi nilai tambah sekaligus menjaga sumber daya pesisir.(*)


























