SIBERKITA. ID, KOLAKA – Sejumlah petani binaan PT Vale Indonesia di desa Tondowolio, kecamatan Tanggetada, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Kelompok Tani Padaidi berusia cita setelah sukses melakukan panen raya jagung pakan, Kamis (8/1/2026).
Jagung yang ditanam pada lahan 5 hektar itu merupakan realisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia, yang berperan aktif dalam mendampingi petani secara berkelanjutan, sejak proses penanaman, pemeliharaan hingga masa panen.
Ketua Kelompok Tani Padaidi Desa Tondowolio, Baharuddin mengatakan pihaknya bersama PT Vale mulai menginisiasi pembuatan demplot tanaman jagung pakan sejak tahun 2023 lalu, namun penanamnya baru terlaksana pada bulan September 2025.
Selama masa itu, PT Vale aktif memberikan bimbingan teknis kepada anggota kelompok Tani, mulai dari pelatihan budidaya hingga menyalurkan bantuan bibit, pupuk dan pestisida (racun untuk hama penggerek).
Saat ini terdapat lima kelompok tani di Tondowolio, namun baru kelompoknya yang membudidayakan jagung pkatany. Dalam kelompoknya sendiri masih ada lahan terlantar seluas 22 hektar yang belum diolah. Kata Baharuddin, keseluruhan lahan itu direncanakan akan diolah untuk tanaman jagung pakan juga.
Menurutnya, budidaya jagung pakan saat ini memiliki potensi yang sangat baik di desanya. Menggunakan sawah tadah hujan, budidaya jagung pakan bisa diselingi dengan tanaman padi. Keduanya jenis tanaman ini tentu mampu mendorong produktifitas petani setiap tahunnya.
“Karena ini lahan tadah hujan, jadi kami menyesuaikan waktu tanamnya. Jagung di tanam pada musim kemarau, sedangkan padi akan ditanam pada musim hujan. Jagung ini tidak butuh air yang banyak,” ungkap Baharuddin.
Dia menambahkan, pemerintah desa telah membantu penyediaan kawat duri meski masih terbatas. Sembari berharap kedepan akan ada dukungan tambahan, terutama dalam pengamanan lahan dan pembukaan area pertanian baru.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin mengapresiasi program PPM PT Vale di desanya. Kata dia, program ini berperan penting dalam membantu pemerintah untuk mendorong produktifitas petani menuju kemandirian ekonomi.
“Pendampingan yang dilakukan PT Vale terhadap kelompok tani Padaidi membuahkan hasil yang menggembirakan, terbukti dengan hasil panen diatas rata-rata,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka, Ade Ida Mane yang turut hadir dalam kegiatan itu menyebut potensi jagung pipil yang dipanen kelompok tani Padaidi tersebut mencapai 7,5 ton/hektar. Dengan asumsi harga Rp5.500/kilogram, hasil panen mereka kali ini diperkirakan bisa mencapai Rp41 juta per hektar.
“Jumlah itu belum dihitung dengan biaya produksi. Namun selisih hasil penjualannya jauh lebih tinggi dari biaya produksi,” ujar Ade Ida Mane.
Dia berharap, kolaborasi yang terbangun antara PT Vale bersama petani ini dapat terus berlanjut. Karena menurutnya, selama ini jumlah hasil panen petani jagung mandiri jauh lebih rendah daripada petani kemitraan.(*)





























