Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Kolaka

Tanah Tidak Dikelola Dua Tahun Akan Diambil Pemerintah, Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Kolaka

badge-check


 Tanah Tidak Dikelola Dua Tahun Akan Diambil Pemerintah, Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Kolaka Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Belakangan ini marak beredar isu di tengah masyarakat terkait aturan bahwa tanah yang tidak dikelola selama dua tahun akan diambil alih oleh pemerintah. Isu tersebut menimbulkan keresahan dan pertanyaan dari sejumlah warga, khususnya yang memiliki tanah namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Menanggapi hal itu, Kantor Pertanahan Kabupaten Kolaka memberikan klarifikasi bahwa ketentuan mengenai penguasaan dan pemanfaatan tanah diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960 serta diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar.

Dalam PP tersebut ditegaskan bahwa tanah yang sudah diberikan hak oleh negara — seperti Hak Milik, Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), maupun Hak Pakai — wajib digunakan dan dikelola sesuai dengan peruntukannya. Apabila tanah tersebut tidak dimanfaatkan sesuai izin dan dalam jangka waktu tertentu dibiarkan kosong atau ditelantarkan, maka tanah tersebut dapat ditetapkan sebagai tanah terlantar.

Namun demikian, perlu diluruskan bahwa pemerintah tidak serta-merta mengambil tanah hanya karena tidak dikelola selama dua tahun. Berdasarkan PP No. 20 Tahun 2021, terdapat tahapan yang jelas dalam penertiban tanah terlantar, mulai dari identifikasi, penelitian, pemberian peringatan tertulis, hingga penetapan resmi. Jika setelah tahapan tersebut tanah tetap tidak dikelola, maka hak atas tanah bisa dicabut dan tanahnya kembali dikuasai negara untuk didayagunakan bagi kepentingan masyarakat luas.

Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Kantor Pertanahan Kabupaten Kolaka Sulfan, menegaskan bahwa isu tanah langsung diambil pemerintah dalam dua tahun tidak benar dan menyesatkan. Proses penertiban tanah terlantar selalu dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, transparan, serta menjunjung prinsip keadilan.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemanfaatan tanah sesuai fungsi sosialnya, serta tidak mudah terpengaruh isu yang beredar tanpa dasar hukum. Masyarakat juga dihimbau untuk berkonsultasi langsung dengan Kantor Pertanahan apabila memiliki pertanyaan atau keraguan mengenai status tanah yang dimiliki. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah

4 November 2026 - 22:23 WITA

Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa

4 November 2026 - 18:37 WITA

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

RSUD Wasasi Wasabenggali Beroperasi, Mendekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Pomalaa

2 November 2026 - 23:14 WITA

Trending di Kolaka