SIBERKITA.ID, KOLAKA — Dinamika pemilihan rektor di Universitas Sembilanbelas November Kolaka periode 2026–2030 resmi bergerak. Tahap penjaringan bakal calon ditandai dengan munculnya pendaftar pertama, menandai awal kontestasi gagasan yang diprediksi kian menghangat dalam beberapa hari ke depan.
Adalah Syarifuddin Tundreng, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang menjadi figur pembuka dalam bursa kepemimpinan kampus tersebut. Ia menyerahkan langsung berkas pendaftaran di Sekretariat Panitia, Rabu (8/4/2026), dengan langkah tenang dan sikap yang mencerminkan kesiapan memasuki arena kompetisi akademik.
Kehadiran Syarifuddin bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penanda dimulainya pertarungan ide untuk menentukan arah baru kampus di Bumi Mekongga. Sebagai pimpinan salah satu fakultas terbesar di USN Kolaka, ia membawa pengalaman manajerial yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan pengembangan perguruan tinggi.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Irajuana Haidar, menilai pendaftaran perdana ini sebagai sinyal positif bahwa proses demokrasi kampus berjalan sesuai rel yang telah ditetapkan.
“Kami menyambut baik pendaftaran ini sebagai wujud partisipasi aktif sivitas akademika. Panitia berkomitmen menjaga integritas seluruh tahapan, memastikan proses berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Irajuana, panitia masih membuka ruang seluas-luasnya bagi dosen yang memenuhi syarat untuk mendaftar hingga batas akhir 10 April 2026. Target minimal empat kandidat menjadi krusial guna menghadirkan kompetisi yang sehat dan pertarungan gagasan yang substantif di tingkat senat.
Sejalan dengan itu, Ketua Senat USN Kolaka, Muhammad As Ari, sebelumnya menegaskan pentingnya sosok pemimpin yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki visi strategis dan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.
Munculnya pendaftar pertama ini menjadi pemantik. Publik kampus kini menanti siapa saja figur berikutnya yang akan masuk gelanggang, membawa ide dan arah baru bagi masa depan USN Kolaka.
Setelah masa pendaftaran ditutup, panitia dijadwalkan segera melakukan verifikasi administrasi sebelum mengumumkan hasil penjaringan secara resmi. Dari titik ini, kontestasi tidak lagi sekadar soal siapa mendaftar, melainkan siapa yang mampu meyakinkan: tentang masa depan universitas yang lebih berdaya saing.(*)





























