SIBERKITA.ID, KOLAKA — Deru alat berat dan dinamika kerja di kawasan tambang menuntut lebih dari sekadar ketangguhan fisik. Di balik itu, kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi penyangga utama keselamatan kerja. Menyadari hal tersebut, PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) memperkuat kapasitas tenaga kesehatannya melalui kegiatan berbagi pengetahuan bersama dokter spesialis bedah Mardjo Soebiandono di site operasional Kecamatan Wolo, Senin (6/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin Supervisor Occupational Health Ceria, Endy Novryan Ridwan, ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan ruang pembelajaran langsung dari pengalaman panjang seorang praktisi medis nasional. Mardjo, yang pernah memimpin RSPAD Gatot Soebroto dan menjadi Ketua Tim Dokter Kepresidenan pada 2004–2009, membawa perspektif lapangan yang jarang diperoleh dalam pelatihan formal.
Di lingkungan tambang yang sarat risiko, waktu sering kali menjadi penentu antara keselamatan dan kehilangan. Dalam konteks inilah, Mardjo menekankan pentingnya kesiapsiagaan menyeluruh—mulai dari kompetensi klinis, ketangguhan mental, hingga ketepatan dalam pengambilan keputusan.
“Tenaga kesehatan di lapangan harus mampu bekerja dalam tekanan tinggi, dengan situasi yang sering kali tidak ideal. Ketepatan dan kecepatan menjadi kunci,” ujarnya.
Pengalaman Mardjo yang pernah mendampingi Presiden ke-2 RI, Soeharto, turut memperkaya diskusi. Ia membagikan praktik terbaik dalam menangani pasien dengan kompleksitas tinggi, termasuk pentingnya koordinasi tim medis dalam situasi kritis.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi medis, Mardjo mengingatkan satu hal mendasar yang kerap luput: komunikasi. Menurut dia, kecanggihan alat tidak akan optimal tanpa komunikasi yang efektif antar tenaga medis.
“Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi tanpa komunikasi yang baik, potensi kesalahan tetap ada. Di situlah pentingnya membangun komunikasi yang jelas dan positif dalam setiap tindakan medis,” katanya.
Bagi Ceria, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Endy Novryan Ridwan menilai, transfer pengetahuan dari praktisi berpengalaman memberikan dampak langsung terhadap kesiapan tim di lapangan.
“Ini bukan hanya peningkatan kapasitas, tetapi juga penguatan mental dan kepercayaan diri tim kami dalam menghadapi berbagai kemungkinan di area operasional,” ujar Endy.
Lebih jauh, langkah ini mencerminkan pendekatan perusahaan yang menempatkan sumber daya manusia sebagai fondasi utama operasional. Di tengah tuntutan produktivitas industri tambang, keselamatan tetap menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.
Melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan, Ceria berupaya memastikan bahwa setiap aktivitas operasional berjalan dengan standar keselamatan yang tinggi. Di balik setiap ton produksi, ada upaya menjaga nyawa—yang dimulai dari kesiapan mereka yang bertugas di garis depan layanan kesehatan.(*)




























